Astra (ASII) Buyback Rp2 Triliun, Berikut Ini Waktunya
Gedung menara Astra berdiri kukuh di Jalan Sudirman. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Astra International (ASII) akan melalukan buyback saham maksimal senilai Rp2 triliun. Buyback dilakukan sejalan upaya pemerintah menjaga kepercayaan terhadap pasar modal domestik. Buyback dilakukan dilakukan dalam tempo tiga bulan.
Itu berlaku sejak 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Jumlah saham akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham free float setelah buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen.
Anggaran buyback itu, di luar biaya transaksi seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lain berhubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham. Dana tersebut dari kas internal perusahaan, bukan dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.
Pembelian saham akan dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui perdagangan di BEI dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai pelaksana transaksi. Manajemen menilai aksi korporasi ini tidak akan memberi dampak negatif material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.
Itu karena perusahaan memiliki modal dan arus kas yang dinilai cukup kuat untuk membiayai buyback sekaligus menjalankan kegiatan usaha. Buyback akan dilakukan pada harga dianggap baik dan wajar dengan memperhatikan ketentuan berlaku, khususnya POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023.
Selain itu, buyback diharapkan bisa membantu menstabilkan harga saham perseroan di tengah volatilitas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental perusahaan. Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri yang dapat digunakan kembali oleh perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)
Related News
Melesat 122 Persen, 2025 SRTG Koleksi Laba Rp7,31 Triliun
Manipulasi Pasar, OJK Hukum Bentjok Seumur Hidup
Langgar Aturan Pasar Modal, OJK Jatuhkan Sanksi Ke POSA dan SBAT
Menciut! MEJA Bagi Saham Bonus 372,58 Juta Lembar Rasio 6:1
Melesat 48 Persen, CBDK 2025 Catat Laba Rp1,4 Triliun
PANI Raup Laba Rp1,1 Triliun, Ini Kata Aguan





