EmitenNews.com -Saham GoTo Group (GOTO) yang dalam sepekan ini sudah turun 4,76 persen ke level 60 per lembar saham nampaknya memberikan kerugian investasi bagai berbagai kalangan dari investor ritel hingga institusi.

 

Dalam laporan keuangan kuartal III 2023 tanpa audit emiten anak usaha Jardine Cycle & Carriage Limited pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/10/2023) disebutkan bahwa, perseroan mencatatkan rugi belum terjadi atas investasi pada GOTO dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang menyentuh Rp378 miliar.

 

Padahal, ASII masih melaporkan mendapatkan keuntungan investasi belum diwujudkan pada kedua saham itu sebesar Rp1,081 triliun.

 

Investor ritel yang terperangkap kerugian investasi pada efek bersifat ekuitas PT GoTo Gojek Tokepedia Tbk (GOTO) tidak sendiri.

 

Pasalnya, emiten kakap seperti PT Astra International Tbk (ASII) juga melaporkan nasib yang sama.

 

Jika dirunut, pada penutupan perdagangan bursa pada pasar reguler tanggal 29 September 2023 sebagai batas akhir kuartal III 2023, tercatat harga pasar GOTO di level Rp85 per lembar.  

 

Adapun HEAL tercatat di level Rp1.310 per helai.

 

ASII menjelaskan, nilai investasi pada GOTO sebesar Rp1,6 triliun dan Rp1,5 triliun pada HEAL per 30 September 2023.