Astra Otoparts (AUTO) Beberkan Alasan Kursi Komisaris Kosong
Pengurus Astra Otoparts pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mengonfirmasi adanya kekosongan satu kursi komisaris independen menyusul wafatnya Bambang Trisulo pada Sabtu (5/7), yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 12 April 2021 untuk periode ke-8.
Hal ini terungkap dalam laporan koreksi perubahan pengurus yang dirilis perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesianyang terbit Senin (7/7).
Corporate Secretary AUTO, Sophie Handili menyebutkan bahwa tidak ada perubahan nama atau penambahan anggota dewan komisaris maupun direksi per 29 April 2025, selain pengosongan kursi yang sebelumnya diisi oleh Bambang Trisulo.
Bambang Trisulo dikenal sebagai tokoh otomotif nasional yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada 1999 hingga 2011.
Kepergiannya meninggalkan kekosongan dalam jajaran komisaris AUTO beserta kursi komisaris di perusahaan lain seperti PT Gaya Motor serta kursi ketua dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi - Teknisi Otomotif Indonesia LSP-TO (sejak 2010) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sementara itu, komisaris manajemen dan jajaran direksi tetap tak mengalami perubahan, dengan jajaran komisaris AUTO yang kini diisi oleh Gidion Hasan (Presiden Komisaris), Agus Tjahajana Wirakusumah, Sudirman Maman Rusdi, Gunawan Geniusahardja, Bambang Widjanarko E.S., Thomas Junaidi Alim W., dan Hamdani Dzulkarnaen Salim sebagai Presiden Direktur dan enam direktur lainnya tetap menjalankan perannya seperti biasa.
Related News
RUPSLB LABS Setujui Perombakan Direksi, Raditia Nurcahya Mundur
Merdeka Gold Resources (EMAS) Dukung Penanganan Banjir di Pohuwato
Bencana Sumatera, Bank Mandiri-Kemenhan Bangun Lima Jembatan Bailey
Buyback BBCA Maret-Mei 2025, BCA Realisasikan Rp8.828,19 per Saham
Divestasi Berlanjut, Komut MEDS Dipastikan Masih Tetap Pegang Kendali
Direksi Hermina Serok Saham HEAL Rp15,64M, Kepemilikannya jadi Segini





