Australia Teken Kontrak Pembelian Kopi dan Kertas Senilai USD45,2 Juta
:
0
EmitenNews.com - Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan kontrak (purchasing order) antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang asal Australia untuk komoditas kopi instan dan kertas sebesar USD45,2 juta. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat (5/11).
Penandatanganan disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center Sydney Ayu Siti Maryam.
“Sejak awal pembukaan Trade Expo Indonesia-Digital Edition (TEI-DE) sudah dua kali Australia berpartisipasi dalam signing trade commitment. Penandatanganan kali ini mencapai USD45,2 juta," ungkap Didi.
Sebelumnya nilai kontrak dagang antara Indonesia dan Australia tercatat mencapai USD 108,9 juta. Kemendag mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama ekonomi antar kedua negara.
Didi mengungkapkan, termasuk kontrak yang ditandatangani Jumat lalu, total nilai transaksi trade commitment selama TEI-DE 2021 tercatat lebih dari USD 1,02 miliar. Karena itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan Pemerintah Indonesia yang telah mendukung penuh dan memfasilitasi kerja sama antara Indonesia dengan berbagai mitra dagang.
Meskipun sesi interaktif di TEI-DE sudah berakhir, para buyers tetap bisa mengeksplorasi produk dan jasa unggulan Indonesia hingga 20 Desember 2021 dengan menjelajahi setiap kategori produk dan jasa di www.tradexpoindonesia.com untuk mengenal lebih jauh tentang produk dan jasa ekspor Indonesia.
Total perdagangan Indonesia-Australia pada periode Januari—Agustus 2021 tercatat sebesar USD 7,93 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar USD 2,14 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Australia sebesar USD 5,79 miliar.(fj)
Related News
Polri Buru DPO Frendry Dona, Ini Kejahatan Otak Lab Vape Etomidate Itu
Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Lewat Selat Hormuz, Begini Jurus Menlu
KPK Bongkar Korupsi Modus THR Terjadi di Banyak Wilayah, Cek Datanya
Pria Mayoritas Pelaku Korupsi di Indonesia, Perempuan Juga Banyak!
25 Persen Kasus Korupsi Terkait Pengadaan-Jasa, KPK Bongkar Modusnya
Sudah 20 Tahun Berlalu, Ganti Kerugian Negara Rp1,93T Belum Balik Juga





