EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level Rp6/791,03 turun 0,26 persen atau turun 18,40 poin pada perdagangan Selasa (7/4), dan masih dibayangi tekanan jual.

Merujuk riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, indikator Stochastic RSI tengah mendekati area overbought, namun pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut. Sehingga diperkirakan IHSG masih berkonsolidasi pada kisaran Rp6.900-7.100.

Dampak global masih turut mempengaruhi fluktuasi harga saham. Terakhir, pada Selasa pagi (7/4) Iran berbalik mengancam AS akan menyerang infrastruktur dan fasilitas minyak di Arab Saudi jika Trump tetap bersikukuh atas ancamannya.

Iran juga mengancam jika situasi kian buruk, sekutunya akan menutup jalur air Bab-el-Mandeb, jalur penting global lainnya yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.

Di pasar domestik, defisit APBN 2026 telah mencapai 0.93% PDB pada 1Q26, merangkak naik dari defisit di 1Q25 yang mencapai 0.43% PDB. Hal ini dapat meningkatkan risiko outflow investor asing, terutama dari SBN.

Imbasnya, tambah Phintraco Sekuritas, akan meningkatkan yield obligasi yang juga menekan saham-saham di sektor keuangan. Termasuk, meningkatkanya biaya pinjaman bagi korporasi, yang berpotensi menekan laju pertumbuhan penyaluran kredit sektor perbankan dan risiko cost of fund.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian, investor dapat memanfaatkan musim pembagian dividen oleh emiten yang tengah berlangsung. Beberapa emiten yang secara historis membagikan dividen relatif tinggi, diantaranya grup ASII, grup ADRO, ITMG dan PTBA,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/4/2026).

Adapun sejumlah saham yang dapat dipantau pada perdagangan hari ini seperti ESSA, AKRA, BRPT, CPIN, dan JPFA.

Sementara itu, merujuk riset harian MNC Sekuritas, IHSG masih rawan terkoreksi ke area Rp6.745-6.849, dengan area support di Rp6.917, Rp6.846 dan resistance di Rp7.207, Rp7.302.

Beberapa saham juga direkomendasikan agar dicermati pada perdaganan hari ini, di antaranya:

AKRA

AKRA menguat 5,66% ke 1,400 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi AKRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (Y) dari wave [B].

Buy on Weakness: 1,355-1,390

Target Price: 1,465, 1,510

Stoploss: below 1,315


BMRI

BMRI terkoreksi 2,17% ke 4,510 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Kami memperkirakan, posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [ii].