Bakal Bagikan Bonus Waran 10:9, Mari Intip Prospek Bisnis Multi Makmur Lemindo
:
0
EmitenNews.com—PT Multi Makmur Lemindo Tbk berencana untuk melaksanakan Penawaran Umum dengan melakukan penerbitan sebanyak-banyaknya 925 juta saham biasa atas nama, atau sebanyak-banyaknya 27,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Perseroan mematok harga penawaran berkisar antara Rp100 sampai dengan Rp110 setiap saham atau sekurang-kurangnya sebesar Rp92,50 miliar dan sebanyak-banyaknya sebesar Rp101,75 miliar.
Perseroan secara bersamaan dalam Penawaran Umum ini akan menerbitkan sebanyak 832,50 juta Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 33,30 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. Setiap pemegang 10 Saham Baru Perseroan berhak memperoleh 9 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan ekspansi bisnis yang tanpa penggunaan untuk membayar utang.
Adapun secara rinci penggunaan dana IPO diperkirakan bakal terealisasi untuk pembangunan fasilitas pabrik baru PIPA PVC & HDPE serta FITTING PVC yang terletak di Komplek Industri Buditec, Kecamatan Jawilan, Cikande, Kabupaten Serang Barat dengan total keseluruhan luas bangunan pabrik seluas 10.952 meter persegi (Fasilitas Pabrik) sekitar Rp15 miliar.
Lalu ada juga alokasi sebesar Rp45 miliar yang akan digunakan untuk pembelian mesin dan fasilitas produksi serta fasilitas pendukung produksi dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Sedangkan penggunaan Waran Seri I Perseroan akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja Perseroan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pipa PVC, pipa HDPE dan produk bahan bangunan (building material) lainnya.
Menilik dari industri yang digeluti data dari prospektusnya, perseroan memiliki prospek usaha dimasa mendatang yang cukup luas, dimana pembangunan properti yang cukup masif dilakukan oleh berbagai pihak, lalu banyak jua proyek strategis nasional yang akan di kejar target bahkan pembangunan IKN hingga Tol masih menjadi katalis positif untuk bisnis yang digeluti oleh calon emiten ini.
Perseroan mengklaim untuk proyek IKN akan masuk melalui BUMN yang ditunjuk seperti WIKA, PP, Hutama Karya dan Waskita Karya. Seperti diketahui kenaikan anggaran proyek infrastruktur melonjak hingga senilai Rp402 triliun pada 2023.
Pemerintah juga meningkatkan nilai proyek melalui pembiayaan kreatif (KPBU) dengan nilai sebesar Rp332,59 trilliun.
Related News
Muncul Nego 56,67 Juta Saham GOTO di Harga Miring Rp2 per Lembar
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru
Kinerja Kuartal I ATLA, Laba Tergerus Hingga 40 Persen
Dua Bos Besar Wilmar Cahaya (CEKA) Kompak Resign Usai Laba 2025 Jeblok
Emiten Prajogo (BRPT) Cetak Rekor, EBITDA Kuartal I Melejit 288 Persen
Saham 12 Kali ARA Beruntun dan 2 Saham FCA Ini Dikunci BEI, Ada Apa?





