Bank Raya (AGRO) Dapat Restu Rombak Komisaris dan Direksi
:
0
Gambar RUPST PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)
EmitenNews.com - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2024 (RUPST 2024) pada 30 April 2024.
RUPS memutuskan bahwa Laporan Tahunan dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, telah diterima, disetujui, dan disahkan.
RUPS menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan, Penunjukkan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2024 dan menetapkan penggunaan Laba Perseroan sebesar Rp24,35 miliar yang tercatat tumbuh 112,47% yoy sebagai retained earning.
RUPST juga Penetapan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, Laporan Realisasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IX dan X, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Selain itu, sebagai salah satu upaya peningkatan good corporate governance, Perseroan melakukan perubahan Anggaran Dasar guna menyesuaikan dengan POJK 17 tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.
"Bank Raya terus berfokus pada pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas, untuk itu kami akan terus berinovasi untuk memberikan akses perbankan digital terluas untuk segmen mikro dan kecil di Indonesia.
Dalam RUPST 2024 kali ini menghasilkan beberapa keputusan penting, yang tentunya mendukung visi Bank Raya tersebut.
Keputusan tersebut adalah bentuk dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk terus mengakselerasi rencana pertumbuhan bisnis perseroan secara jangka panjang.” ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, Selasa (30/4).
Dengan disetujuinya agenda Perubahan Susunan Pengurus Perseroan di RUPST 2024, maka susunan pengurus Bank Raya adalah sebagai berikut:
Susunan Dewan Komisaris
Related News
KAQI Gaspol Ekspansi! Buka Cabang Baru di Kudus, Jawa Tengah
Bos Emiten Kabel Laut (KETR) Tampung Saham Divestasi Pengendali Rp9,6M
AMMN Karungkan Laba USD504 Juta H1 2026, Utang Bersih Drop 13 Persen
BEI Jerat Suspensi Enam Saham dengan Alasan Tertentu, Kapan Dibuka?
Lepas Suspensi Masuk FCA, 2 Saham Ini Kontras Harganya Naik dan Ambrol
2 Saham Penyandang UMA Masih Ngotot Ngegas, 1 Mentok ke Harga Atas





