Bank Raya (AGRO) Rilis Fitur Uang Saku, Dorong Literasi Finansial Anak
:
0
Ilustrasi latar muka fitur 'Uang Saku' pada Raya App besutan Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).
EmitenNews.com - Sebagai bagian dari BRI Group, Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) terus mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda yang tumbuh di era digital.
Melalui inovasi terbarunya, Bank Raya menghadirkan fitur “Uang Saku” dalam aplikasi Raya App yakni, sebuah fasilitas yang memungkinkan anak mengelola uang di bawah pengawasan orang tua, guna membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Fitur ini melengkapi layanan “Saku” yang sudah ada sebelumnya. “Uang Saku” memungkinkan orang tua membuka rekening tabungan untuk anak berusia 10–16 tahun yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga dan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).
Proses pembukaan rekening dilakukan bersama melalui foto selfie orang tua dan anak serta sesi video call dengan tim Bank Raya.
Orang tua dapat membuka hingga lima saku untuk digunakan anak bertransaksi, sekaligus mengatur fungsi seperti menonaktifkan, menghapus, menambah, atau memindahkan saldo.
Adanya sistem ini, harapnya pemantauan aktivitas finansial anak menjadi lebih mudah, aman, dan transparan.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra menjelaskan, “Bank Raya menegaskan pentingnya membangun pemahaman dasar tentang pengelolaan uang sejak dini sebagai fondasi menuju kemandirian finansial.”
Melalui fitur ini juga Kicky memberikan kesadaran finansial bagi orang tua untuk memahami pola transaksi anak, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana.
Ia menambahkan, “Tantangan bagi orang tua saat ini adalah bagaimana mengedukasi anak untuk dapat mengelola keuangan dengan bijak dan mengetahui transparansi dari pengelolaan keuangan anak, sehingga dengan adanya kemudahan fitur Uang Saku tujuan finansial orang tua dan anak dapat tercapai.”
Hingga Juni 2025, jumlah pengguna Raya App telah melampaui 1,05 juta nasabah. Volume transaksi meningkat 42,7% secara tahunan (yoy) menjadi 2,1 juta transaksi, sementara pertumbuhan digital saving mencapai Rp1,5 triliun atau naik 66,6% (yoy). Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, seiring pengembangan fitur dan inovasi layanan digital Bank Raya.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





