Baru Listing, Emiten Ini Sudah Dua Kali Kena Peringatan BEI
Manajemen KAQI ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan sementara perdagangan saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI). Emiten baru bengkel kaki mobil ini disuspensi lantaran terjadi penurunan harga yang signifikan.
Sebelumnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (17/3) mencermati pergerakan harga Saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), terkait pola transaksi efek yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Pada perdagangan Senin (17/3/2025) saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) melemah -7,93% atau turun -5 point ke harga Rp58 per saham.
Pada hari perdagangan sebelum terkena suspensi, harga saham KAQI berada di level Rp 50 per saham atau melemah 3,85% dalam sehari. Dalam sepekan, pergerakan saham ini terkoreksi 13,79%.
PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (listing) pada Senin (10/3) dengan melepas sebanyak 450.000.000 saham baru atau 21,68% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Saham baru ini ditawarkan kepada investor dengan harga Rp118 per saham. Sehingga dana yang diraup dari IPO ini sebesar Rp53,1 miliar.
Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/3) menuturkan bahwa suspensi saham KAQI sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.
Oleh karena itu PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham KAQI pada tanggal 24 Maret 2025 dipasar reguler dan tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.
"BEI juga menghimbau pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,"pungkasnya.
Related News
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen
Topline Ngebut, Bottomline Tersendat, Laba 2025 ERAL Menciut 16 Persen
Laba PWON Naik Dua Digit di 2025, Pendapatan Bunga Tembus Rp603 Miliar





