BBTN Tawarkan Obligasi Rp2,3 T, Intip Detailnya
Gedung baru Bank BTN berdiri tegak di kawasan Kuningan, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank BTN (BBTN) akan menerbitkan surat utang maksimal Rp2,3 triliun. Itu terdiri dari obligasi berwawasan sosial sejumlah Rp300 miliar, dan obligasi subordinasi maksimal senilai Rp2 triliun.
Obligasi berwawasan lingkungan berdurasi 3 tahun, dan obligasi subordinasi sepanjang 5 tahun. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap tiga bulan. Seluruh dana hasil obligasi berwawasan sosial akan digunakan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali, baik seluruh maupun sebagian, proyek sosial baru dan/atau sudah ada yang mendukung kategori layanan infrastruktur dasar terjangkau.
Baik dari segi akses maupun harga, perumahan terjangkau, dan/atau penciptaan lapangan kerja, serta program dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah, dan pembiayaan mikro. Perseroan berencana setiap penerbitan dalam kerangka kerja ini dapat dialokasikan sepenuhnya dalam waktu dua tahun sejak tanggal penerbitan.
Porsi alokasi dana, perseroan menetapkan pembiayaan baru (new financing) menjadi mayoritas, yaitu 80-100 persen, sedang porsi pembiayaan kembali (refinancing) dibatasi maksimum 20 persen, dengan periode tinjauan maksimal tiga tahun akan berlaku untuk proyek-proyek yang dibiayai ulang.
Porsi alokasi dana per kategori proyek sosial akan bersifat fleksibel selama tetap sesuai dengan kriteria Use of Proceeds yang telah ditetapkan dalam kerangka kerja, namun perseroan akan mengungkapkan porsi alokasi aktual pada laporan tahunan penggunaan dana (allocation reporting) sesuai praktik pasar berlaku umum.
So, jadwal penerbitan obligasi menjadi sebagai berikut. Masa penawaran awal pada 21-28 November 2025. Tanggal efektif pada 4 Desember 2025. Masa penawaran umum pada 8-9 Desember 2025. Penjatahan pada 10 Desember 2025. Pengembalian uang pemesanan, dan distribusi secara elektronik pada 12 Desember 2025. Pencatatan di Bursa Eek Indonesia pada 15 Desember 2025. (*)
Related News
BCA Sedang Buyback Rp5T, Begini Gerak BBCA Sejak 22 Oktober 2025
BSD Siap Tebar Pembayaran Bunga Obligasi dan Imbal Hasil Sukuk Rp7,5M
Serok NFCX, 1 Inti Dot Com Rogoh Rp12,09 Miliar
2 Tahun Menjabat, Bos GDYR Ini Ungkap Ingin Mundur dari Kursi Direksi
Emiten Prajogo (TPIA) Ungkap Aksi Baru, Simak Rinciannya
Morris Capital Sulap PIPA Menjadi Pilar Energi Nasional





