Beban Meningkat, Laba APII Susut 22,7 Persen di Semester I 2026
:
0
Deretan bahan produksi perseroan. FOTO - Dok Arita Prima
EmitenNews.com - PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) membukukan penjualan bersih Rp185,24 miliar pada semester I 2026, meningkat 9,49 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp169,18 miliar.
Meski begitu, beban pokok penjualan justru membengkak 9,96 persen Rp94,15 miliar dibandingkan sebelumnya Rp85,62 miliar, termasuk beban usaha yang juga meningkat 6,12 persen menjadi Rp69,71 miliar dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp65,69 miliar.
Meski masih mencatatkan laba, APII membukukan penurunan laba bersih di tengah meningkatnya beban pokok penjualan dan beban usaha. Selain itu, perseroan juga membukukan rugi aktuarial atas program imbalan pasti sebesar Rp80 juta.
Dalam laporan keuangan unaudited APII membukukan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp8,36 miliar pada semester I 2026, turun 22,74 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp10,82 miliar.
Alhasil, laba per saham pun ikut terkena getahnya, di mana laba per saham semester I 2026 menjadi Rp8 per helai dari sebelumnya Rp10 per helainya.
Namun, jika menilik lebih jauh ke cashflow APII, peseroan mencetak peningkatan 28,03 persen dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp176,17 miliar dari sebelumnya sebesar Rp137,60 miliar. Namun, peningkatan itu diikuti sejumlah kenaikan atas pembayaran kas kepada pemasok, karyawan sebeesar Rp120,38 miliar serta pembayaran pajak sebesar Rp16,18 miliar.
Meski begitu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi, APII masih mencatat Rp33,38 miliar, naik 35,91 persen dari sebelumnya sebesar Rp24,56 miliar.
Di sisi lain, APII gencar menggelontorkan dana untuk pembayaran utang bank mencapai Rp59,27 miliar, naik 2.908,6 persen dibandingkan sebelumnya hanya Rp1,97 miliar. Selain itu, pembayaran utang sewa pembiayaan pun ikut naik 13,15 persen menjadi Rp475,0 juta dibandingkan sebelumnya Rp419,8 juta. Alhasil, terjadi defisit Rp16,55 miliar dari sisi kas bersih untuk aktivitas pendanaan.
Meski begitu, hingga akhir semester I 2026, kas dan bank pada akhir periode APII membukukan Rp23,25 miliar, naik 166,32 persen dibandingkan sebelumnya Rp8,73 miliar.
Sementara melihat neraca, APII membukukan peningkatan aset pada semester I 2026. Tercatat Rp677,94 miliar, naik jika dibandingkan per akhir tahun 2025 sebesar Rp646,41 miliar. Lilabilitas naik dari Rp217,14 miliar menjadi Rp234,49 miliar, dan ekuitas juga naik Rp443,44 miliar dari sebelumnya Rp429,27 miliar.
Related News
Rugi Bersih MPPA Susut 41,3 Persen di Semester I 2026, Sisa Rp33,1M
Prapenjualan BSDE Capai Rp5,12T di Semester I 2026, Setara 51% Target
IHSG Sesi I (30/7) Rebound, Menghijau Nyaris 1 Persen ke 6.147
Providentia Lego 1,62 Persen Saham Emiten Haji Isam PACK Senilai Rp52M
Hapsoro Cabut, Paruh I 2026 PADI Boncos 576,58 Persen
MAPA Catat Laba Bersih Rp865 Miliar di Semester I-2026, Naik 32 Persen





