EmitenNews.com - Pemerintahan presiden Prabowo Gibran menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD). Melalui Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), koperasi era orde baru itu, bertransformasi menjadi Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih (KMP). Agrinas ditugasi menyulap Kopdes KMP benar-benar menjadi sokoguru perekonomian nasional. 

Kopdes KMP diplot menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerukan untuk menyetop izin baru pembukaan gerai Alfamrat dan Indomaret. Itu dilakukan supaya ekspansi Kopdes KMP makin agresif.

Lalu, apa dampak menyetopan ekspansi gerai itu, terhadap kinerja saham Sumber Alfaria (AMRT) sebagai pemilik Alfamart, dan Indoritel Makmur (DNET) pemilik gerai Indomaret? Tidak dipungkiri saham AMRT terus berkubang di zona merah. Tekanan hebat terjadi sepanjang perdagangan Selasa, 26 Mei 2026 lalu, bertengger di level Rp1.190 per helai. Terpental 105 poin setara 8,11 persen dari periode perdagangan hari sebelumnya. 

Kalau ditelisik sejak awal tahun ini alias year to date, saham emiten asuhan Djoko Susanto itu, telah terpangkas 795 poin alias 40,05 persen dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp1.985 per lembar. Dalam tempo 52 Minggu terakhir, saham AMRT pernah menyundul level Rp2.630, dan terendah Rp1.150.

Makin Jeblok Keluar MSCI

AMRT dibekali dengan nilai kapitalisasi pasar Rp49,41 triliun dengan price earning ratio 14,03 kali. Sejatinya, perosotan saham tersebut babak lanjutan dari hasil rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memakzulkan AMRT dari MSCI Global Standard Index. AMRT turun kasta ke MSCI Global Small Cap index. 

Hasil evaluasi terbaru MSCI tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. AMRT secara kolektif terdepak dari MSCI Global indeks bersama lima emiten jumbo lain. Yaitu, Amman Mineral (AMMN), Barito Energy (BREN), Chandra Asri (TPIA), Dian Swastatika (DSSA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). 

AMRT menempati MSCI Global Small Cap Index menggantikan 13 emiten lain. Yaitu, Aneka Tambang (ANTM), Astra Agro (AALI), Bank Aladin (BANK). Menyusul kemudian, Bumi Serpong Damai (BSDE), Dharma Satya (DSNG), Sido Muncul (SIDO), Midi Utama (MIDI), Mitra Keluarga (MIKA), MNC Digital (MSIN), Pabrik Tjiwi Klima (TKIM), Pacific Strategic (APIC), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro (TAPG). 

Pemegang Saham AMRT

Berdasar data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) edisi April 2026, pemegang saham AMRT di atas 1 persen yaitu Jonathan Chang 4,81 persen, Fidelity Investment Trust:Fidelity Series Emerging Markets Opportunities Fund 1,83 persen, HSBC-Fund Service, The Overlook Partners Fund L.P 3,06 persen, Employee Provident Fund Board 1,67 persen.