EmitenNews.com - Prajogo Pangestu blusukan mengawal pergerakan saham Petrindo (CUAN), dan Barito Pacific (BRPT). Itu ditunjukkan dengan menyerok 8 juta saham emiten tersebut. Transaksi pembelian telah ditahbiskan pada 29 Januari 2026. 

Rincian transaksi Prajogo itu, dengan menjala 4 juta saham CUAN pada harga kisaran Rp1.770-1.830 per lembar. Transaksi sebanyak 13 kali kalau dirata-rata dengan harga pembeli Rp1.800 per helai. Dengan skema harga itu, Prajogo cukup merogoh Rp7,22 miliar.  

Dengan penyelesaian transaksi itu, koleksi saham CUAN dalam genggaman orang terkaya nomor wahid nasional tersebut menjadi, 94,53 miliar helai alias 84,0914 persen. Melejit dari sebelum transaksi dengan koleksi 94,53 miliar saham atau 84,0878 persen.

Selanjutnya, Prajogo mengemas 4 juta saham BRPT dengan k?saran harga Rp2.130-2.180 per lembar sejumlah Rp8,6 miliar. Dengan transaksi sebanyak 6 kali itu, koleksi saham Prajogo menjadi 66,91 miliar helai selevel 71,373 persen, naik dari 66,9 miliar saham setara 71,3685 persen. 

Aksi penyelamatan Prajogo itu, relatif membuahkan hasil. Terutama untuk saham CUAN yang sukses ditutup menguat. Saham CUAN melejit 290 poin alias 18,59 persen menjadi Rp1.850 per saham dari perdagangan hari sebelumnya Rp1.555. 

Namun, sayangnya saham BRPT gagal mengorbit dar zona merah. Sepanjang perdagangan saham BRPT terkoreksi 100 poin alias 4,35 persen menjadi Rp2.200. Posisi itu, lebih baik dibanding awal perdagangan, saham BRPT tertekan dan beredar di k?saran Rp1.955-2.020 per eksemplar. (*)