Begini Dalih OJK Perkara BNBR Disanksi Administratif Skala Menengah
:
0
Hasan Fawzi kala memberikan penjelasan kepada Wartawan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) saat ini menjadi percontohan perdana emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyandang Notasi Khusus "G".
Berdasarkan data BEI per 7 Agustus 2026, dari 191 emiten yang mendapat penandaan khusus, hanya BNBR yang menggunakan kode "G".
Notasi "G" diberikan karena BNBR dikenai sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pelanggaran peraturan di bidang Pasar Modal dengan kategori pelanggaran sedang atau "skala menengah".
Aturan baru ini tertuang dalam surat edaran BEI tertanggal 31 Juli 2026 tentang Penambahan Tampilan Informasi Notasi Khusus. Notasi mulai ditampilkan setelah surat sanksi ditetapkan OJK dan berlaku selama 1 bulan.
Tanggapan OJK
Menanggapi hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memberikan penjelasan.
"Tapi intinya notasi khusus ini memang sudah kita terapkan sejak awal. Dan semua notasi itu tidak berarti adanya pelanggaran tertentu ya. Sebagian notasi justru untuk memberikan tambahan informasi bagi investor," ujar Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Hasan Fawzi menekankan, tujuan utama notasi disandingkan dengan kode ticker agar investor lebih waspada.
"Dan disandingkan dengan kode ticker-nya saham untuk dimaksudkan supaya investor yang ingin melakukan aktivitas transaksi tertentu terhadap saham yang bersangkutan, sepanjang memiliki notasi khusus itu sebaiknya tetap melihat dulu apa yang ada dibalik notasi dimaksud. Itu kan ada ringan, sedang, sama berat," jelasnya.
Arti Notasi F, G, V dari OJK
Related News
XLSMART (EXCL) Bayar Kupon Obligasi dan Sukuk Ijarah, Total Rp3,07M
Kuasai 25,60% Saham, Bumi Arsana Umumkan Bukan Pengendali Baru OKAS
Emiten Raffi Nagita (RANS) Pamer Jadi Mitra Setia Mayora Group (MYOR)
Investasi Jangka Panjang, Pengendali BUDI Borong Saham Sendiri Rp42,7M
Efisiensi Beban Siaran, Rugi Bersih NETV Susut 51 Persen
COCO Catat Pertumbuhan Pendapatan, Kini Bidik Ekspansi FMCG Regional





