BEI Tetapkan Harga Teoretis Rights Issue Saham Milik Hapsoro (BUVA)
:
0
Salah satu hotel yang dikelola emiten milik Hapsoro BUVA.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) sebesar Rp750 per saham, berlaku mulai perdagangan Selasa, 4 November 2025. Penetapan ini berkaitan dengan aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang tengah dilaksanakan oleh Perseroan.
Mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan surat BUVA No. 175B.03.04/BUVA/X/2025 tanggal 29 Oktober 2025, BEI menjelaskan bahwa rasio HMETD BUVA adalah 225:44. Artinya, setiap pemegang 225 saham lama berhak memperoleh 44 HMETD untuk membeli 44 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham.
Harga saham BUVA tercatat Rp870 per saham pada akhir perdagangan cum-rights di pasar reguler tanggal 3 November 2025. Berdasarkan perhitungan teoretis yang ditetapkan bursa, maka:
Harga Teoretis = ((Rp870 x 225) + (Rp150 x 44)) / (225 + 44) = Rp752,23
Harga tersebut kemudian disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp750 per saham, yang akan digunakan sebagai pedoman tawar-menawar di JATS untuk pasar reguler dan negosiasi.
Selain itu, BEI juga menetapkan penyesuaian harga dasar untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual BUVA, menggunakan formula:
Harga Dasar Baru = (750 / 870) x 130 = 112,069
Penyesuaian harga teoretis ini dilakukan untuk menjaga keteraturan perdagangan saham BUVA pasca pelaksanaan HMETD serta menjamin perhitungan indeks berjalan sesuai mekanisme pasar.
Pada perdagangan hari ini Selasa (4/11) saham BUVA anjlok 10,9 persen ke level Rp775 per saham. Dalam sebulan turun 6,06 persen dari Rp825 pada 13 Oktober 2025 2025.
Dalam enam bulan terbang 1.030 persen dari harga Rp69 pada 5 Mei 2025. Sepanjang 2025 melonjak 1.268 persen dari Rp57 pada awal tahun.
Related News
Perbaikan Kinerja Berlanjut, Laba Bank Neo (BBYB) Meningkat Tajam
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara
Muncul Nego 56,67 Juta Saham GOTO di Harga Miring Rp2 per Lembar
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru
Kinerja Kuartal I ATLA, Laba Tergerus Hingga 40 Persen
Dua Bos Besar Wilmar Cahaya (CEKA) Kompak Resign Usai Laba 2025 Jeblok





