BEI Ungkap Alasan WSKT Tak Kena Force Delisting Meski 2 Tahun Suspensi
:
0
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.
EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) telah mengalami penghentian sementara (suspend) perdagangan efek selama 24 bulan. Mengacu Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa. Bursa dapat menghapus saham atau force delisting Perusahaan Tercatat apabila telah di suspen selama 24 bulan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi.
Saham emiten BUMN karya tersebut telah mengalami suspen sejak 8 Mei 2023 dan belum dilepas suspen ole BEI hingga hari ini Kamis (8/5/2025).
“Iya sudah bisa di delisting,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, usai pencatatan saham DKHH di gedung BEI kamis (8/5/2025).
Namun dia bilang BEI tidak serta merta mendepak WSKT namun akan melihat perkembangan pemulihan kondisi perusaaan tersebut.
“ kita lihat dulu perkembangan kondisi perusahaannya,” kata dia.
Selain itu dia juga telah meminta penjelaskan kepada kementerian BUMN selaku pengendali perusahaan terkait kelansungan usah WSKT.
“Semua perkembanganya tolong lihat keterbukaanya ya.” Kata dia.
Untuk diketahui WSKT mengalami rugi sebesar Rp1,364 triliun yang mengakibatkan akumulasi defisit menjadi sebesar Rp15,81 triliun. Selain itu, total liabilitas lancar pada tanggal 31 Maret 2025 telah melampaui total aset lancarnya sebesar Rp2,911 triliun.
Sebagai upaya dalam memitigasi risiko pada kinerja keuangan dan keberlangsungan usaha dengan mengimplementasi dan memonitoring secara berkala atas inisiatif 8 stream penyehatan keuangan.
Langkah berikutnya, m engimplementasi pemenuhan covenant dan kewajiban keuangan atas instrumen perbankan dan obligasi yang telah efektif direstrukturisasi. Secara bersamaan,WSKT berupaya menyelesaikan restrukturisasi atas Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV tahun 2019 yang belum mendapatkan persetujuan Pemegang Obligasi.
Related News
Siapkan Capex Rp6 Miliar, LABA Bidik Pendapatan 2026 Tembus Rp40M
Laba Grup Emtek (SCMA) Naik Dobel Digit, Pendapatan Q2-2026 Rp3,54T
Pendapatan EMTK Melonjak, Tapi Berbalik Jadi Rugi Rp320,6M di Q2-2026
Sempat Bagi Dividen, Emiten Kembang Gula (YUPI) Kemas Laba Naik
ASMI Memahami Kinerja Semester I 2026 dalam Perspektif Fundamental
Gejolak Pasar Kripto, COIN Berbalik Boncos 253,74 Persen Semester I





