BEI Utamakan Kualitas Calon Emiten Sebelum Listing
:
0
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan calon emiten yang akan melantai harus memiliki fundamental bisnis yang baik. Hal itu sejalan dengan delapan aksi reformasi integritas pasar modal yang telah ditetapkan BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan langkah itu sebagai langkah perlindungan investor, sekaligus mengembalikan trust terhadap pasar modal Indonesia.
“Konsen kita lebih ke kualitas, ya, bukan ke kuantitas lagi,” ujar Saidu kala jumpa pers di gedung BEI, Kamis (9/7).
Saidu menuturkan, hingga 9 Juli 2026 terdapat lima IPO saham dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,67 triliun.
Di samping itu, dalam pipeline pencatatan saham masih terdapat enam perusahaan dengan komposisi skala aset yang didominasi kategori besar, dengan ragam sektor meliputi healthcare, consumer cyclicals, consumer non-cyclicals dan basic materials.
Meski begitu, Saidu tak menampik pipeline IPO di tahun 2026 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Dari target awal tahun baru terealisasi enam perusahaan yang mencatatkan saham di bursa. Ditambah RANS Entertainment (RANS) yang melantai esok, maka terdapat tujuh perusahaan yang baru listing di bursa.
“Namun, kami tidak menilai keberhasilan hanya berdasarkan nilai nominal dari kegiatan penghimpunan dana,” ujar Saidu.
Karena itu, BEI secara konsisten melakukan berbagai kegiatan seperti edukasi, pendampingan, dan sosialisai kepada perusahaan-perusahaan potensial di berbagai daerah dan sektor industri agar semakin banyak perusahaan memanfaatkan pendanaan melalui pasar modal.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, seperti Go Public Seminar, coaching clinic, masterclass, hingga one-on-one meeting. Selain itu, BEI juga menyediakan laman gopublic.idx.co.id sebagai pusat informasi mengenai proses dan persiapan IPO, termasuk sebagai sarana bagi perusahaan untuk mengajukan diskusi awal (one-on-one meeting) dengan BEI.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, BEI berharap semakin banyak perusahaan memiliki kesiapan yang memadai sehingga dapat memanfaatkan momentum pasar secara optimal ketika memutuskan untuk melaksanakan IPO,” pungkas Saidu.
Related News
Revisi Terbaru Peraturan Pencatatan Saham dan IPO di BEI, Ini Poinnya!
Tak Dapat Disehatkan, OJK Setop Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital
Cadangan Devisa Turun jadi USD146,3 Miliar, BI Catat Penyebabnya
BEI Umumkan Saham HSC Baru, INDO Jadi Anggota Ke-62
BEI Catat 7 Rencana IPO per Awal Oktober
Transaksi Karbon Masih Lesu, OJK Bidik Kontribusi Voluntary Market





