Beli Kapal LPG Bekas Senilai USD50,25 Juta, SHIP Siap Tingkatkan Pangsa Pasar
EmitenNews.com - PT Cassa Mega Lautan (CML), anak usaha PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) membeli kapal liquefied petroleum gas (LPG) Gas Camelot bekas Hellas Fos seharga USD 50, 25 juta dari Maresfield Shipping and Trading Corporation.
Mengutip keterangan resmi emiten pelayaran ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/3/2022), disebutkan bahwa pembelian kapal LPG dilakukan sejalan dengan strategi pertumbuhan dan pengembangan usaha Perseroan sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pelayaran, khususnya di bidang hulu migas di Indonesia.
“Dengan penambahan jumlah armada kapal diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan pendapatan dan laba bersih, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan Perseroan,” terang manajemen SHIP.
Ditegaskan, penjualan ini bukan kepada pihak terafiliasi dan harga beli setara 33,93 persen dari ekuitas Perseroan.
Sebagai informasi, sebelumnya pada tanggal 27 Oktober 2021, juga PT Cassa Mega Lautan (CML) telah membeli 1 unit kapal. Harga untuk 1 unit kapal Liquefied Petroleum di estimasikan sekitar US$50.250.000 atau sekitar Rp71,35 miliar (di konversi rupiah saat ini sekitar Rp14.200).
"Sumber pendanaan untuk membeli kapal tersebut dari kas internal dan pembiayaan kredit dari Bank Mandiri,"tuturnya.
Ia menambahkan, adapun pihak-pihak yang yang bertransaksi dalam jual belikapal tersebut adalah CML dan Maresfield Shipping and Trading Corporation. Kedua belah pihak tidak terdapat hubungan afiliasi.
"Dengan adanya pembelian kapal ini, diharapkan dapat meningkatkan total nilai asset Perseroan dan menunjang kegiatan operasional secara langsung,"tegasnya.
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





