EmitenNews.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi salah satu emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan paruh pertama 2026. Bahkan, di antara emiten perunggasan (poeltry), JPFA masih belum mengunggah laporan tersebut.

Corporate Secretary JPFA, Maya Pradjono mengungkapkan, bahwa penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan Konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 akan diserahkan selambat-lambatnya pada 31 Agustus 2026.

Penyampaian tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik.

“Laporan Keuangan Tengah Tahunan Konsolidasian PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan Entitas Anak akan disampaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus 2026,” ungkap Maya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (6/8).

Ia mengungkapkan bahwa, laporan keuangan konsolidasian untuk semester I 2026 masih menjalani penelaahan terbatas oleh akuntan publik. Karena itu, JPFA membidik target penyampaian laporan keuangan tersebut paling lambat pada akhir Agustus 2026.

Pada perdagangan Kamis (6/8), saham JPFA ditutup di zona merah, koreksi tipis 0,90% atau turun 20 poin ke posisi Rp2.210. Secara year to date, saham JPFA terpantau masih di zona merah, melemah 15,65% atau turun 410 poin. Namun, jika ditarik setahun terakhir, JPFA terpantau telah menguat 33,94% atau naik 560 poin.