Bendung Industri Chip China, AS Kenakan Tarif Polisilikon 15%
:
0
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengetok kebijakan tarif 15 persen serta menetapkan batas harga impor minimum untuk seluruh produk berbasis polisilikon. (Foto: ALPA Powder Equipment)
EmitenNews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengetok kebijakan tarif 15 persen serta menetapkan batas harga impor minimum untuk seluruh produk berbasis polisilikon pada Kamis. Kebijakan ini menyasar polisilikon yang merupakan komponen paling vital dalam pembuatan rantai pasok semikonduktor serta modul panel surya.
Kebijakan perdagangan baru ini berpotensi merombak peta pasok komponen elektronik dan energi terbarukan global, termasuk berimbas ke pasar manufaktur Indonesia.
Penerapan bea masuk ini dilandasi proklamasi Presiden Trump menggunakan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan Tahun 1962. Gedung Putih secara tegas memanfaatkan aturan proteksi ini guna membentengi industri polisilikon domestik AS dari penetrasi pasar dan ekspansi agresif produsen Tiongkok di sektor chip global.
Mengutip laporan Reuters dari dokumen resmi Gedung Putih, pemerintah AS mematok lantai harga impor polisilikon mentah di angka USD21 per kilogram. Sementara itu, batas minimum untuk bentuk ingot dan wafer polisilikon dipatok USD100 per kilogram, sel surya sebesar USD0,22 per watt, serta modul atau panel surya sebesar USD0,38 per watt.
Selain memblokir masuknya polisilikon murah, proklamasi tersebut memberi mandat kepada Departemen Perdagangan AS untuk mengucurkan insentif khusus. Fasilitas ini disiapkan bagi investor atau perusahaan yang bersedia membangun pabrik pengolahan polisilikon beserta produk turunannya di wilayah Amerika Serikat.
Langkah sepihak Washington ini menandai babak baru pengetatan perdagangan material sensitif dunia. Proteksi ketat tersebut diperkirakan bakal menekan biaya produksi peralatan tenaga surya dan rantai pasok komponen teknologi tinggi di berbagai negara produsen pendukung.(*)
Related News
Konflik Hormuz Sulut Inflasi, Harga Emas Tahan Diri
Alarm Ekonomi Jepang: Devisa Menyusut, Konsumsi Anjlok 3,3 Persen
Investasi AI Melesat, The Fed Waspadai Risiko Sistemik
Syarat Iran di Hormuz Ketat, Harga Minyak Mentah Melonjak
Pembukaan Hormuz Tekan Imbal Hasil Obligasi AS dan Jepang
Setelah Tiga Tahun, MSCI Cabut Perlakuan Khusus Indeks Bangladesh





