Berada Dalam Rentang Sideways, IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas
EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (1/8) menguat 0,25% atau 17,66 poin ke level 6.968,78. Total volume perdagangan saham mencapai 25,51 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 14,86 triliun. Sebanyak 267 saham menguat.Sebanyak 266 saham yang turun harga dan 150 saham flat.
William Surya Wijaya CEO Yugen Sekuritas mengatakan, untuk awal bulan ini, Selasa (2/8/2022) IHSG berpotensi menguat. Namun, pergerakan IHSG masih akan berkutat pada range support di 6789 dan resistance ada di 7074.
IHSG pasca rilis data perekonomian inflasi masih terlihat akan berada dalam rentang sideways dengan potensi kenaikan terbatas, sentimen akan berasal dari laporan kinerja emiten sepanjang semester satu dan kuartal kedua tahun 2022 yang merupakan faktor-faktor yang dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan IHSG saat ini.
Saham pilihan pada awal bulan ini ialah HM Sampoerna (HMSP), Unilever Indonesia (UNVR), Alam Sutera Realty (ASRI), Pakuwon Jati (PWON), Kalbe Farma (KLBF), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bank BCA (BBCA), BAnk BNI (BBNI), Bank Ina Perdana (BINA) dan Bank BNI (BBNI).
Related News
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM
Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa Beroperasi





