Berburu Cuan di Saham Melalui Window Dressing
:
0
papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG mengalami penguatan. Foto/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Bagi investor istilah window dressing bukanlah sesuatu yang asing, seperti diketahui window dressing merupakan salah satu fenomena yang sering di bahas di dunia investasi, terutama menjelang tutup tahun. Istilah ini mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh manajer investasi atau perusahaan untuk mempercantik laporan portofolio mereka sebelum disajikan kepada para investor atau pemegang saham. Umumnya dengan praktik ini seringkali memicu kenaikan harga saham unggulan di pasar modal, sehingga para investor ritel pun mencoba memanfaatkannya sebagai peluang untuk meraih keuntungan.
Ada beberapa alasan mengapa fenomena window dressing terjadi di akhir tahun, diantaranya adalah:
1. Meningkatkan citra portofolio
Seperti diungkapkan di atas, window dressing mengacu pada upaya manajer investasi dalam mempercantik laporan portofolio mereka. Mempercantik portofolio yang dimiliki, diharapkan akan mempertahankan kepercayaan dari investor lama dan akan menarik sejumlah investor baru.
2. Mengoptimalkan kinerja jangka pendek
Ketika kinerja dari portofolio tidak sesuai dengan yang diinginkan, manajer investasi biasanya mensiasatinya dengan menjual saham yang mengalami kerugian, kemudian menggantinya dengan saham yang berpotensi menghasilkan imbal hasil yang baik dalam jangka pendek, sehingga menunjukkan kinerja portofolio yang baik di akhir tahun.
3. Menghindari tanggung jawab
Keputusan menjual saham yang memiliki kinerja yang buruk dapat menolong manajer investasi dalam menghindari kritik atas kinerja portofolio yang sedang turun. Dengan menampilkan saham-saham yang berkinerja baik dalam laporan, mereka akan dapat menutupi risiko kerugian.
Tentu saja dengan alasan di atas, banyak pihak menilai, musim window dressing di penghujung tahun merupakan saat yang tepat untuk melakukan investasi. Bila kita tilik ke belakang, kinerja bulanan IHSG di setiap bulan Desember selalu positif. Mulai tahun 2002 sampai tahun 2021 IHSG selalu berada di zona hijau atau tidak pernah jatuh ke zona merah selama kurun waktu 20 tahun terakhir!
Pertanyaan berikut muncul, apa strategi yang bisa ditempuh oleh investor agar cuan dalam memanfaatkan fenomena window dressing di saham? Berikut rincian strateginya:
Related News
BI Rate Naik: Siapa yang Rugi, Siapa yang Untung?
Rupiah & IHSG Tertekan, Kepercayaan Turun: Apa Sisa Nilai Jual Kita?
Nahkoda Baru, Tantangan Lama: Agenda Prioritas bagi BEI
Rahasia Konglo, Ambil Ceruk Bisnis AMDK?
The Next Black Swan Sudah Dekat?
KPR Tenor 40 Tahun, Apakah Membumi?





