IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Bereskan Aset Rp3,09 Triliun, Bank Capital (BACA) Lakukan Tindakan Ini 

28/09/2022, 08:15 WIB

Bereskan Aset Rp3,09 Triliun, Bank Capital (BACA) Lakukan Tindakan Ini 

EmitenNews.com - Bank Capital Indonesia (BACA) menjajakan right issue Rp1,99 triliun. Itu dengan melepas 19,94 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Pengeluaran saham itu, setara 72,14 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh. 


Aksi itu klaim manajemen Bank Capital untuk memperkuat modal inti minimum tahun 2022 perseroan. Itu sesuai POJK 12/2020 dalam pemenuhan modal inti minimum. Setelah right issue itu, modal inti perseroan akan menjadi sekitar Rp3,2 triliun. 


Sebagai pemegang saham utama perseroan yaitu Capital Global Investama (CGI) sahamnya tidak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mana, per 30 Juni 2022, CGI menyetor modal Rp300 miliar. Pada aksi korporasi itu, CGI akan mengeksekusi sebagian haknya. 


Mengenai penuntasan aktiva non-produktif per 30 Juni 2022, khususnya aset lain-lain berupa tanah dalam proses senilai Rp3,09 triliun, dan aset yang diambil alih senilai Rp97,61 miliar yang sudah berumur lebih dari satu tahun. Berdasar perkembangan terkini, perseroan tengah berdiskusi dengan pihak ketiga. 


Soal koreksi pendapatan bunga paruh petram 2022 karena nilai kredit menurun. Efeknya, pendapatan bunga bersih negatif menyusul rasio loan to deposite ratio (LDR) masih rendah. ”Oleh Karena itu, untuk mendongkrak profitabilitást, perseroan akan meningkatkan aktiva produktif,” tulis Wahyu Dwi Aji, Direktur Utama Bank Capital. (*)



Author: J S