EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mencermati pola transaksi saham emiten yaitu PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO). Saham tersebut di pantau lantaran adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Saham NATO sendiri sejak 1 bulan terakhir cenderung berada di zona koreksi, tepatnya sejak 22 Februari hingga 21 Maret 2022 telah terkoreksi 6,08 persen atau 45 poin dari level Rp740 ke Rp695 per saham, dan harga terandah sempat menyentuh Rp685 pada 8 Maret.
Patut dicermati kembali bahwa Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 16 Maret 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait laporan kepemilikan saham.
Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA (Unusual Market Activity) pada tanggal 15 November 2021 dan 26 Juli 2021 atas perdagangan saham NATO.
Related News
Top Losers Sepekan, MORA, ENRG, IFSH Kompak Ambles 29 Persen
Top Gainers Sepekan, Ada Eks Saham Gocap, MMIX hingga TMPO
IHSG Turun 7 Persen Sepekan, Market Cap Jebol ke Rp8.862 Triliun
Tuna dan Gurita RI Laris, Raup Rp522 Miliar di Conxemar 2026
PT SMI Lunasi Obligasi Rp945,2 Miliar Tepat Waktu
Pertamina Patra Niaga Gandeng KDKMP Pasok Jelantah untuk Avtur





