Berkembangnya Teknologi AI, Ubah Peta Investasi Properti di Indonesia
:
0
Berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah peta investasi properti di Tanah Air. Dok. DBS Digital College.
EmitenNews.com - Peta investasi properti di Tanah Air mulai bergeser, seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Investor tidak lagi hanya berfokus pada sektor konvensional. Mereka kini aktif mencari segmen alternatif yang dinilai lebih defensif dan berpotensi tumbuh stabil. Kemudian, terjadilah perburuan lokasi strategis di berbagai wilayah. Termasuk Cikarang, dan Karawang yang diminati investor.
Perkembangan teknologi AI mulai mengubah peta permintaan properti, khususnya untuk lahan dan aset penunjang data center. Lonjakan kebutuhan komputasi membuat sektor ini memasuki fase ekspansi besar-besaran dan ikut mendorong perburuan lokasi strategis di berbagai wilayah.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (16/1/2026), Country Head JLL Indonesia Farazia Basarah mengungkapkan, pasar investasi properti di Indonesia mengalami trend diversifikasi. Investor semakin aktif menjajaki sektor-sektor alternatif yang menawarkan stabilitas serta potensi pertumbuhan jangka panjang.
“Data center muncul sebagai salah satu segmen paling menarik, bersama dengan sektor logistik, kesehatan, dan pendidikan," ujar Country Head JLL Indonesia Farazia Basarah dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Permintaan yang meningkat ini ikut mengerek nilai dan daya tarik lahan di lokasi-lokasi tertentu. Kawasan pusat bisnis Jakarta tetap relevan karena kedekatannya dengan pusat konektivitas internet utama atau internet exchange point.
Tetapi, di luar Jabodetabek, kawasan industri seperti Cikarang dan Karawang mulai dilirik hyperscaler (fasilitas pusat data masif) berkat kesiapan lahan, infrastruktur, serta akses ke sumber listrik mandiri.
Sementara itu, Batam semakin sering masuk radar investor sebagai calon hub data center regional, ditopang keunggulan konektivitas lintas negara.
Percepatan adopsi AI di Indonesia turut memperbesar kebutuhan infrastruktur digital andal dan berkapasitas tinggi
Di tengah persaingan Asia Tenggara yang kian ketat, percepatan adopsi AI di Indonesia turut memperbesar kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal dan berkapasitas tinggi. Kondisi ini membuat isu ketersediaan energi, air bersih, konektivitas, hingga kesiapan sumber daya manusia menjadi semakin krusial dalam perencanaan pengembangan data center ke depan.
Ke depan, penguatan kesiapan infrastruktur khususnya dalam ketersediaan listrik dan akses air bersih, konektivitas, serta pengembangan talenta akan menjadi faktor kunci untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif sebagai tujuan investasi data center di kawasan.
Related News
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Prediksi Pekan Depan Bagaimana?
Honda Akui Susah Lawan Mobil Listrik Murah Buatan China
Perbankan Tadah KLM Rp427,9 Triliun Awal April
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun





