Bertabur Insentif, IHSG Siap Jebol 6.400
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,37 persen menjadi 6.319. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD, disertai reversal Stochastic RSI area pivot. So, IHSG diperkirakan IHSG menguji resistance level 6.370-6.400.
Investor akan menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026. Berdasar konsensus diperkirakan melambat menjadi 5,1 persen YoY dari kuartal I 2026 di level 5,61 persen YoY. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memprediksi ekonomi Indonesia kuartal II 2026 tetap tumbuh kuat meski menghadapi tantangan ekonomi global.
Penopang pertumbuhan ekonomi itu, diprediksi dari investasi meningkat, sinergi kebijakan pemerintah, dan otoritas. Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi, didorong program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, dan adanya stimulus selama masa libur sekolah.
Pemerintah berencana memberi stimulus ekonomi terhadap kendaraan listrik, yaitu berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik. Pemerintah juga akan memberi insentif 40 perssen bagi jenis mobil listrik tertentu.
Insentif tersebut diharapkan dapat mengurangi konsumsi BBM domestik sehingga berpotensi mengurangi impor minyak. Namun, di lain pihak akan meningkatkan persaingan industri otomotif terutama terhadap penjualan mobil konvensional di pasar domestik. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor membungkus saham-saham berikut.
Yaitu, Buana Listya Tama (BULL), Indika Energy (INDY), Vale Indonesia (INCO), TBS Energi Utama (TOBA), dan Bank Jago (ARTO). (*)
Related News
Sejumlah Bank Siapkan Teknis Dukung Skema KPR 40 Tahun
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aplikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900





