EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (GIAA) akan menggelar right issue, private placement, dan konversi OWK. Nah, untuk mengantongi restu rencana itu, perseroan bakal menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) Luar Biasa.


Berdasar skenario, rapat akbar itu akan digeber pada Jumat, 14 Oktober 2022 pukul 09.00 WIB sampai selesai. Rapat dihelat secara daring melalui Sistem eASY.KSEI. Peserta berhak hadir dengan nama tercatat sebagai pemegang saham pada 20 Juli 2022 pukul 16.00 WIB 


Sejumlah agenda akan dibahas dalam ajang tersebut. Mulai persetujuan atas peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor menjadi Rp66,27 triliun dari semula Rp13,77 triliun. Menyetujui rencana right issue 68.072.851.378 helai alias 68,07 miliar lembar. Lalu, mengonversi utang menjadi saham dengan menjajakan private placement maksimal 22.970.514.286 saham atau 22,97 miliar lembar. 


Menyetujui pengeluaran saham seri C memiliki hak-hak sama dengan klasifikasi saham seri B dengan nilai nominal serendah Rp182 per lembar. Pemerintah akan menyuntikkan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) sejumlah Rp7,5 triliun. Untuk itu, perseroan menerbitkan right issue maksimal 68,07 miliar. Penawaran saham baru setara 262,97 persen dari modal disetor dan ditempatkan itu, dibalut nilai nominal antara Rp182-210 setara dengan harga pelaksanaan.


Dana hasil right issue, seluruhnya untuk maintenance, restorasi, pemenuhan maintenance reserve, dan modal kerja. Itu mencakup bahan bakar, biaya sewa pesawat, dan pembayaran biaya restrukturisasi. Biaya restrukturisasi merupakan biaya yang dikeluarkan perseroan pada saat melakukan restrukturisasi melalui pengadilan ataupun di luar pengadilan, salah satunya biaya konsultan pendukung. 


Sementara itu, pelaksanaan private placement maksimum 22,97 miliar saham baru untuk konversi utang kreditur, dengan jumlah nilai utang kreditur maksimal Rp4,2 triliun. Jumlah final utang kreditur akan mengacu kepada konfirmasi dari kreditur yang berhak menerima ekuitas yang diharapkan dapat diterima pada selambat-lambatnya pada 15 November 2022. Private placement juga akan memberi keuntungan bagi perseroan untuk terus fokus pada penyelesaian program restrukturisasi keuangan berupa perbaikan struktur permodalan. 


Nilai nominal saham baru untuk right issue, dan Konversi OWK di kisaran Rp182-210 per lembar. Mengingat nilai nominal itu, lebih rendah dari nilai nominal saham baru Rp459 per lembar yang telah diterbitkan perseroan, untuk keperluan private placement, perseroan akan mengeluarkan saham dengan kelas baru (Saham Seri C) dengan nilai nominal berbeda sesuai dengan ketentuan POJK No. 31/2017. 


Mengenai Konversi OWK, sesuai rencana perdamaian, OWK akan dikonversi Rp1 triliun menjadi maksimal 20 miliar saham baru, seluruhnya akan diterbitkan untuk pemerintah Republik Indonesia. Itu berdasar perjanjian penerbitan OWK dengan tenor selama 3 tahun. 


Setelah pelaksanaan right issue, dilanjut private placement, dan konversi OWK, pemegang saham tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi maksimum 78,86 persen. Itu dengan asumsi nilai nominal saham seri C ditetapkan pada batas bawah yaitu pada harga Rp182 per lembar saham. 


Apabila pelaksanaan transaksi right issue, private placement, dan konversi OWK dilakukan dengan asumsi nilai nominal saham seri C ditetapkan pada batas atas yaitu pada harga Rp210 per lembar, pemegang saham tidak mengeksekusi haknya untuk melaksanakan HMETD dapat terdilusi maksimum 76,37 persen.


Per 30 Juni 2022, pemegang saham Garuda Indonesia antara lain Negara Republik Indonesia 15,67 miliar lembar alias 60,54 persen, PT Trans Airway 7,31 miliar saham setara dengan 28,27 persen, dan masyarakat 2,89 miliar lembar selevel dengan porsi kepemilikan 11,19 persen. (*)