EmitenNews.com - Garuda Indonesia (GIAA) bakal menggeber right issue maksimal 248,7 miliar lembar. Pengeluaran saham anyar seri E tersebut dibalut nominal Rp25. Perkiraan harga pelaksanaan yaitu sebesar Rp58 sampai dengan Rp68 per lembbar. Harga pelaksanaan final akan ditetapkan dan diumumkan kemudian dalam prospektus.

Pelaksanaan right issue akan dilakukan setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi keuangan sekaligus mendukung transformasi bisnis GIAA. Garuda Indonesia menaksir right issue dapat memperbaiki laporan laba rugi, ekuitas, optimalisasi aset, mendukung pengembangan bisnis, dan kegiatan operasional.

Dana hasil right issue berupa perolehan atas 82.100.173.900 saham Seri B GMF Asia (GMFI) dilakukan melalui penyertaan modal Danantara Aset Management (Danantara) dalam bentuk selain uang (inbreng) diharap dapat memperkuat pengendalian, dan kepentingan ekonomi atas kinerja dan nilai komersial GMFI. Meningkatkan sinergi strategis antara kegiatan penerbangan GIAA dengan kegiatan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat oleh GMFI  dapat berdampak positif kepada kinerja keuangan konsolidasian perseroan.

Selebihnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dalam realisasi rencana transformasi. Penerimaan dana tunai dari pemegang saham untuk mendukung pelaksanaan program transformasi guna meningkatkan kualitas layanan, dan revenue yield. Penggunaan dana tersebut dapat meliputi peremajaan kabin (cabin refreshment), penyediaan konektivitas dalam penerbangan (inflight connectivity).

Lalu, peningkatan fasilitas ruang tunggu (lounge enhancement), pengecatan ulang pesawat (aircraft painting), dalam meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk dan layanan, serta kesiapan armada dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Danantara sebagai pemegang 370,9 miliar saham GIAA,. akan mengambil bagian atas HMETD yang menjadi haknya melalui penyetoran dalam bentuk lain atau inbreng berupa saham GMFI.

Saham GMFI yang menjadi objek inbreng tersebut saat ini masih dimiliki Angkasa Pura Indonesia (API). Berdasar keputusan RUPS API pada 26 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen non-tunai atau dividend in specie kepada InJourney berupa saham GMFI senilai Rp5,66 triliun.

Selanjutnya, RUPS InJourney pada 29 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen non-tunai kepada DAM berupa saham GMFI dengan nilai sama yaitu Rp5,66 triliun. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan kepemilikan saham GMFI beralih secara efektif kepada Danantara, saham tersebut akan digunakan sebagai objek penyetoran modal dalam right issue Garuda Indonesia.

Selain saham GMFI yang disetor Danantar, bagian HMETD milik publik akan disetorkan kepada perseroan dalam bentuk tunai. Untuk menjalankan aksi tersebut, GIAA akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 6 November 2026. Recording date daftar pemegang saham pada 14 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB. (*)