BI Diskusikan Risiko Penggunaan AI untuk Perumusan Kebijakan
:
0
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Konferensi Internasional dan Call for Papers, “The 18th International Conference and Call for Papers, Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) – 2024" di Jakarta (29/7).
EmitenNews.com - Sejalan dengan visi Bank Indonesia menjadi bank sentral digital terbaik di emerging market, dibutuhkan perumusan kerangka kebijakan yang mengedepankan inovasi digital termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang efektif.
Untuk itu, forum riset dan penelitian dalam pengembangan digitalisasi terus didorong untuk menghasilkan terobosan kebijakan yang inovatif.
Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Konferensi Internasional dan Call for Papers, “The 18th International Conference and Call for Papers, Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) – 2024" di Jakarta (29/7).
Gubernur Perry menekankan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam bauran kebijakan Bank Indonesia terutama untuk mendorong kemajuan sistem pembayaran yang sudah dikembangkan melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) sejak tahun 2019.
Dalam waktu dekat, di gelaran FEKDI x KKI?, Bank Indonesia akan meluncurkan BSPI 2030 dengan beberapa fokus utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pertama, membangun dan memperkuat infrastruktur sistem pembayaran ritel serta mengundang pelaku usaha sistem pembayaran swasta untuk berkolaborasi dalam fast payment BI.
Kedua, memodernisasi infrastruktur wholesale sistem pembayaran untuk bisa terkoneksi dengan sistem pembayaran ritel dalam ekosistem internasional, diantaranya melalui fitur Real Time Gross Settlement (RTGS).
Ketiga, penguatan infrastruktur data sistem pembayaran bank maupun non bank yang terintegrasi dan teregulasi dengan aman serta mendorong tumbuhnya inovasi dalam sistem pembayaran.
Keempat, membangun infrastruktur perluasan akses dengan mengkonsolidasi industri sistem pembayaran antara big player dan small player sehingga terwujud ekosistem sistem pembayaran digital yang inklusif.
Kelima, pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai manifestasi peranan BI meningkatkan efisiensi pembayaran domestik dan kebijakan moneter
Konferensi internasional dan call for papers BMEB ke-18 ini diselenggarakan secara berkesinambungan untuk terus memperkuat ekosistem riset di bidang ekonomi dan keuangan di Indonesia, dengan menghadirkan pakar-pakar ekonomi dunia guna membahas hasil-hasil riset terbaru dan mengulas isu-isu ekonomi terkini.
Related News
Bursa Pelototi 3 Saham Ini, 2 Saham Ambles!
15 Calon Emiten Mengantre IPO, 11 Beraset Jumbo
Fitch Afirmasi Peringkat KPEI di Level Tertinggi AAA(idn)
Saham Terus Melonjak, Kini Berakhir Digembok BEI
Kabar Gembira Dari Purbaya, Pemerintah Siapkan Insentif Investor Ritel
Sudah Dua Yang Masuk, OJK Umumkan Paket Calon Direksi BEI Pada 4 Mei





