EmitenNews.com - Peningkatan literasi keuangan melalui pencatatan keuangan secara digital akan mendorong kemampuan UMKM dalam mengakses pembiayaan, pasar, dan memacu kapasitas produksinya. Untuk itu Bank Indonesia (BI) bersama-sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) bersinergi untuk meningkatkan literasi keuangan UMKM memanfaatkan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).


Sinergi tersebut dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai implementasi nota kesepahaman yang telah dilakukan BI dan Perguruan Tinggi.

Selasa laludilakukan penandatanganan PKS antara BI dengan sejumlah perguruan tinggi, yaitu Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen dengan Politeknik Keuangan Negara STAN dan Universitas Trisakti, KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Hasanudin, KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan dengan Universitas Lambung Mangkurat, KPw BI Provinsi Jawa Tengah dengan Universitas Diponegoro, serta KPw BI Provinsi Sumatera Barat dengan Universitas Andalas.


Deputi Gubernur BI, Juda Agung, mengatakan komitmen ini merupakan salah satu upaya BI untuk mengakselerasi target porsi pembiayaan perbankan kepada UMKM sebesar 30% pada tahun 2024 sebagaimana dicanangkan oleh Presiden RI. Upaya BI dalam peningkatan akses pembiayaan UMKM dilakukan baik dari sisi supply maupun demand.


Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) utamanya untuk mendorong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan inklusif dari sisi supply. Sementara dari sisi demand, Bank Indonesia memfasilitasi peningkatan kapasitas UMKM sehingga siap menerima pembiayaan.


Adapun sinergi BI dengan Perguruan Tinggi dalam peningkatan literasi keuangan UMKM melalui SIAPIK tahun 2023 dilakukan dalam bentuk Training of Trainers (ToT), sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada UMKM.


"UMKM perlu didorong untuk mampu meningkatkan kapasitasnya dalam manajemen keuangan sehingga mampu menganalisis kinerja keuangannya melalui pencatatan keuangan, salah satunya menggunakan aplikasi SIAPIK," kata Juda.


Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemdikbud Ristek, Nizam menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong akselerasi sinergi Perguruan Tinggi dengan Kementerian/Lembaga, industri, dan stakeholders lainnya untuk menjadikan Perguruan Tinggi lebih relevan dan bermakna bagi masyarakat dalam rangka mewujudkan SDM yang unggul, kompetitif, dan memajukan daya saing bangsa.(*)