EmitenNews.com - Pendapatan bisnis inti melesat kencang dan meraup laba operasional gemilang, namun rapor keuangan Bukalapak justru babak belur di zona merah akibat badai kerugian investasi saham di pasar modal yang menelan angka hingga triliunan rupiah. 

Berdasarkan bedah data riset mendalam dari Laporan Keuangan Konsolidasian PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (Q3 2026), kontras tajam ini menyibak cerita menarik di mana saat dapur operasional e-commerce, gaming, dan O2O sebenarnya sukses menorehkan rapor hijau yang membanggakan. Kendati demikian, portofolio finansial korporat justru terseret arus gelombang pasar modal yang berujung pada tekanan kerugian masif. 

Mesin Bisnis Utama Ngebut Kencang Tanpa Rem

Kinerja keuangan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) selama sembilan bulan pertama tahun 2026 menyajikan cerita unik ibarat dua sisi mata uang yang bertolak belakang. Di satu sisi, dapur bisnis utama mereka yang mengurus lapak e-commerce, produk digital, hingga segmen game sedang ngebut dan mencetak keuntungan operasional yang luar biasa. 

Total pendapatan bersih perusahaan secara keseluruhan berhasil tumbuh sebesar 19,34 persen hingga menembus angka Rp5,64 triliun, naik dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu di kisaran Rp4,72 triliun. 

Lonjakan omzet ini didorong oleh geliat aktivitas perdagangan yang masih berjalan aktif di dalam ekosistem mereka, membuktikan bahwa roda mesin pencetak uang harian perusahaan tetap berputar kencang tanpa hambatan berarti di sektor perdagangan digital.

Segmen Game Menggila dan Jadi Mesin Cuan Utama

Kesuksesan bisnis inti tersebut paling kentara terlihat dari performa segmen game yang bertindak sebagai motor utama pendulang pendapatan perusahaan. Segmen game ini sukses meraup omzet hingga Rp4,88 triliun atau menyumbang sekitar 86,5 persen dari total keseluruhan pendapatan Bukalapak, sekaligus tumbuh hampir 27 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Yang bikin tercengang, keuntungan bersih yang dikantongi khusus dari segmen game ini meroket tajam hingga ribuan persen mencapai Rp404,59 miliar, melompat jauh dari tahun lalu yang hanya sekitar belasan miliar Rupiah saja.

Transformasi Manis Divisi Belanja O2O dan Ritel