BMAS Dapat Peringkat AA+(idn) dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings
:
0
Ilustrasi, potret desain gedung KBank yang sebelumnya dikenal dengan nama Bank Maspion. Foto: BMAS
EmitenNews.com - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) atau KBank Indonesia mendapatkan peringkat AA+(idn) dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia. Diketahui, sebelumnya rating peringkat nasional jangka BMAS berada di level AA(idn).
Adapun peringkat nasional jangka pendek BMAS, masih dipertahankan di level F1(idn).
Hal ini terungkap dalam laporan keterbukaan informasi yang diunggah BMAS pada 21 Juli 2026.
Fitch mengungkapkan kenaikan peringkat tersebut mencerminkan meningkatnya kemungkinan dukungan dari pemegang saham pengendali.
Hal tersebut didorong oleh semakin kuatnya keterkaitan reputasi antara KBank Indonesia dengan pemegang saham induknya yang memiliki kepemilikan sebesar 89,5%, yaitu KASIKORNBANK Public Company Limited (Kbank; BBB/Stable/bbb), seiring dengan perubahan nama resmi dan proses rebranding anak perusahaan. Sebelumnya, KBank Indonesia dikenal dengan nama PT Bank Maspion Indonesia Tbk.
“Peringkat Nasional Jangka Panjang AA menunjukkan ekspektasi terhadap tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan penerbit atau kewajiban lainnya dalam negara atau kawasan moneter yang sama. Risiko gagal bayar yang melekat hanya sedikit berbeda dibandingkan dengan penerbit atau instrumen yang memperoleh peringkat tertinggi di negara tersebut,” tulis Fitch, dikutip Rabu (22/7).
Sementara itu, Peringkat Nasional Jangka Pendek F1 menunjukkan kapasitas yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu dibandingkan dengan penerbit atau kewajiban lainnya di negara yang sama.
“Dalam skala Peringkat Nasional Fitch, peringkat ini diberikan kepada entitas dengan risiko gagal bayar paling rendah relatif terhadap entitas lain di negara atau kawasan moneter yang sama. Apabila profil likuiditas dinilai sangat kuat, Fitch akan menambahkan simbol + pada peringkat yang diberikan,” tulis Fitch.
Related News
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi





