Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
:
0
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba bersih setelah pajak USD161 juta hingga September 2026, melonjak 21,8% secara tahunan atau year on year (YoY).
Namun, pertumbuhan kinerja tersebut belum tercermin pada pergerakan sahamnya yang hari ini ditutup anjlok 6,99% ke level Rp1.795 per saham. Berdasarkan data RTI Business, koreksi saham BREN sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) mencapai 81,49% atau terpangkas 7.905 poin.
Pada perdagangan terakhir bulan Oktober ini, Jumat (30/10/2026), saham BREN mencatat penurunan 135 poin dari penutupan sebelumnya dengan transaksi investor asing dalam posisi net buy Rp4,17 miliar.
Jika dilihat dalam periode sebulan, harga saham emiten energi terbarukan milik Barito Pacific Group tersebut telah merosot 1.035 poin atau 36,57%.
Di tengah tekanan saham, kinerja operasional BREN justru menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan konsolidasian selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai USD501 juta, meningkat 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD457 juta.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, EBITDA dilaporkan tumbuh lebih tinggi, yakni 10,9% menjadi USD442 juta. Margin EBITDA meningkat menjadi 88,2% dari 87,1% pada sembilan bulan pertama 2025, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional.
BREN menyebut pertumbuhan kinerja ditopang oleh konsistensi portofolio pembangkit panas bumi dan angin. Sementara itu, peningkatan laba bersih terutama didorong pertumbuhan laba operasional serta penurunan beban keuangan.
Dari sisi neraca, per 30 September 2026, total aset BREN mencapai US$4,11 miliar dan total ekuitas sebesar US$1,01 miliar. Rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity) juga membaik menjadi 1,60 kali dari 1,87 kali, memberikan fleksibilitas keuangan lebih besar untuk mendukung proyek ekspansi yang sedang berjalan.
Related News
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi
Pastikan Rumor Merger Tidak Benar, BCA (BBCA) Ungkap Fakta Ini
MTEL Raup Laba Rp1,55 Triliun, Rasio Kolokasi Naik Jadi 1,60 Kali
Buyback Saham Pilihan Tower Bersama (TBIG), Sedia Dana Rp106 Miliar





