Pastikan Rumor Merger Tidak Benar, BCA (BBCA) Ungkap Fakta Ini
:
0
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan rumor merger dengan anak usaha DBS Group di Indonesia, PT Bank DBS Indonesia tidak benar. Dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan rumor merger dengan anak usaha DBS Group di Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, tidak benar adanya. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), bank swasta terbesar di Tanah Air itu, tegas menyatakan itu kabar bohong.
Manajemen BCA mengungkapkan pernyataan tersebut menindaklanjuti surat BEI Nomor S-13477/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 29 Oktober 2026 perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa mengenai rumor merger kedua bank tersebut.
Penjelasan dalam keterbukaan informasi yang ditandatangani Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo itu, perseroan menegaskan tidak terdapat kebenaran dalam informasi yang beredar terkait rencana penggabungan BCA dengan anak perusahaan DBS.
"Terkait rumor merger BCA dengan anak perusahaan DBS dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Rudy Budiardjo dalam keterbukaan informasi BEI, pada Jumat (30/10/2026).
Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber. Perseroan meminta investor dan masyarakat mengakses informasi melalui kanal resmi BCA maupun media yang kredibel.
Sebelumnya, DBS Group asal Singapura juga telah membantah rumor penggabungan Bank DBS Indonesia dengan BCA. Juru bicara DBS bahkan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar, sebagaimana ditulis The Straits Times, Kamis (29/10/2026).
Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa Bank DBS Indonesia akan digabungkan ke BCA, dengan BCA tetap menjadi entitas yang bertahan dan pemegang saham DBS Indonesia memperoleh saham baru BCA sebagai kompensasi.
Dalam penjelasannya, BCA juga menegaskan bahwa perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian, integritas, serta mematuhi regulasi yang berlaku.
Bank Central Asia Bukukan Laba Bersih Rp45,2 Triliun
Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) membukukan laba bersih Rp45,2 triliun sampai Kuartal III tahun 2026. Terjadi peningkatan 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Related News
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi
MTEL Raup Laba Rp1,55 Triliun, Rasio Kolokasi Naik Jadi 1,60 Kali
Buyback Saham Pilihan Tower Bersama (TBIG), Sedia Dana Rp106 Miliar
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta





