BNN Ungkap Warga Rusia dan Ukraina Operasikan Kartel Narkoba di Bali
:
0
Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol. Marthinus Hukom. Dok. Tribratanews Polri.
EmitenNews.com - Perang Rusia-Ukraina tidak menghalangi warga kedua negara yang sedang berperang itu, bersatu membentuk kartel narkoba di Bali. Dugaan sementara itu, tingginya kebutuhan narkotika, dan obat-obatan terhadap di Pulau Dewata itu, bisa jadi alasan para WNA tersebut terlibat kejahatan luar biasa itu.
Kepada pers, Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol. Marthinus Hukom mengungkapkan, adanya fenomena unik antara warga negara Rusia dan Ukrania itu. Walau kedua negara mereka tengah berkonflik, namun warga negara menjadi "partner in crime" di Bali.
"Ada fenomena yang sangat unik, dua negara yang di tempatnya hari ini sedang berperang, Rusia sama Ukraina, tapi ketika mereka masuk ke Bali mereka menjadi partner in crime," kata Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana Bali, Selasa (15/7/2025).
Fenomena unik, tetapi memprihatinkan tersebut menjadi perhatian serius BNN RI. Hal itu pula yang menggerakkan BNN RI untuk menjajaki kerja sama dengan pemerintah Rusia.
"Kami bekerja sama dengan Rusia untuk membongkar sindikat ini," kata Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom.
WN Rusia dan Ukrania membangun bisnis atau sindikat narkoba jenis sabu dan kokain untuk diedarkan di Bali. Mereka biasanya menggunakan aplikasi Telegram untuk berkomunikasi dan kripto untuk bertransaksi.
Mereka melakukan perdagangan peredaran gelap narkoba dengan menggunakan teknologi advance. Mereka bertemu di ruang media sosial, kemudian mempunyai kesepakatan. Ada pembayaran menggunakan cryptocurrency.
Marthinus menjelaskan dalam melancarkan aksinya, para WNA yang terlibat peredaran gelap narkoba di Bali menggunakan teknologi maju salah satunya dengan memanfaatkan buku besar terdistribusi atau blockchain untuk mengelabui petugas.
Marthinus belum melakukan penyelidikan lebih lanjut alasan kedua warga negara bekerja sama terlibat dalam sindikat narkotika.
Namun, dia mengaku sistem kerja mereka rumit sehingga sulit melacak bisnis ilegal para WNA ini. BNN RI saat ini sedang bekerja sama dengan pemerintah Rusia untuk mengusut kasus ini. "Ini kesulitannya sangat tinggi sekali."
Related News
Banyak Mobil Pecah Ban Mendadak di KM 17 Jagorawi, JSMR Minta Maaf
Hadiri May Day 2026, Prabowo Sampaikan Hal yang Bahagiakan Buruh
Ini Imbas Tabrakan Maut Kereta, Korlantas Polri Panggil Operator Taksi
Perkuat Industri Nasional, Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Capai Rp809M
May Day 2026, Buruh Menanti Kejutan Istimewa dari Presiden Prabowo
Akhir Tahun Ini dari Jakarta Menuju Tanjung Lesung Cuma Butuh 2-3 Jam





