EmitenNews.com - Pelayaran Ekalya (ELPI) mendapat suntikan modal Rp395,2 miliar. Fasilitas kredit tersebut mengalir dengan deras dari Bank Mandiri Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Transaksi perjanjian perolehan kredit itu, telah diteken pada 24 Februari 2026. 

Fasilitas pinjaman itu meliputi kredit investasi IX sebesar Rp280 miliar, dan kredit investasi X senilai Rp115,20 miliar. Fasilitas kredit investasi IX untuk pengadaan 6 unit kapal, terdiri dari Offshore Support Vessel/Offshore Supply Barge (OSV/OSB), Harbour Tug, Crew Boat, dan Pilot Boat.

Tujuan penggunaan kredit investasi IX untuk pengadaan kapal khusus untuk kontrak Layar Nusantara Gas. Fasilitas kredit investasi X untuk pengadaan empat unit kapal baru jenis Offshore Support Vessel (OSV) dan/atau Crew Boat. Sifat dan jangka waktu penawaran fasilitas kredit investasi menjadi sebagai berikut.

Fasilitas kredit investasi IX bersifat Committed, Non- Revolving dan Advised dengan jangka waktu 96 bulan terdiri dari availability period 18 bulan, grace period selama masa availability period & tambahan 6 bulan setelah masa laku availability period berakhir dan jangka waktu angsuran selama 72 bulan sejak masa laku grace period berakhir.

Fasilitas kredit investasi X bersifat Uncommitted, Non-Revolving dan Advised serta dapat menjadi: committed setelah pemenuhan persyaratan tertentu di antaranya copy LoA Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) minyak dan gas, jangka waktu penawaran 6 bulan, jangka waktu fasilitas kredit committed 69 bulan.

Terdiri dari availability period 3 bulan, dan grace period selama availability period selama 6 bulan. Dan jangka waktu angsuran 60 bulan. Uncommitted 81 bulan terdiri dari availability period 3 bulan, grace period selama masa availability period 6 bulan, dan jangka waktu angsuran 60 bulan serta angsuran 72 bulan sejak grace period berakhir.

Seluruh kapal yang dibiayai akan dijadikan agunan dan diikat dengan hipotek sesuai ketentuan bank. Transaksi itu, akan membuat perseroan akan mengalami peningkatan liabilitas sehubungan dengan kewajiban pembayaran pokok, dan bunga atas fasilitas kredit tersebut. Fasilitas kredit investasi IX telah mendapat kontrak selama 18 tahun untuk Floating Liquid Natural Gas (FLNG) pada Teluk Bintuni Papua Barat. 

Terdapat kepastian pembayaran liabilitas dengan kemampuan pembayaran positif karena kontrak longterm 18 tahun. Adanya kepastian dan peningkatan revenue, memberi kepastian going concern, dan memperkuat posisi perseroan dibidang Offshore Support Vessel. ”Transaksi tidak menimbulkan dampak hukum material terhadap kegiatan usaha perseroan,” tegas Wawan Heri Purnomo, Corporate Secretary Pelayaran Ekalya. (*)