Bos Digugat OCBC, Gudang Garam (GGRM) Beberkan Fakta Sesungguhnya
:
0
EmitenNews.com -Manajemen perusahaan Rokok Nasional PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memberikan klarifikasi bahwa pemberitaan terkait gugatan terhadap Direkturnya adalah mengenai kasus yang sama yang telah Perseroan sampaikan sebelumnya, yaitu gugatan perdata yang diajukan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) terhadap beberapa pihak, salah satunya adalah Susilo Wonowidjojo selaku pribadi, sebagaimana dijelaskan dalam Surat kami terdahulu Nomor E0007/GG-17/II-23 tertanggal 21 Februari 2023.
Adapun mengenai permohonan sita jaminan dari Bank OCBC, berdasarkan informasi yang diketahui Perseroan, bukan merupakan hal yang baru diajukan, melainkan sejak awal sudah tercantum dalam gugatan Bank OCBC. Sedangkan yang diajukan oleh Bank OCBC pada tanggal 16 Agustus 2023, adalah kesimpulan yang merupakan rangkaian persidangan perkara, bukan pengajuan gugatan baru.
Heru Budiman Corporate Secretary GGRM dalam sanggahannya terhadap pertanyan BEI, yang dikutip Jumat (25/8/2023) menyebutkan, berdasarkan informasi yang diketahui Perseroan, latar belakang perkara hukum tersebut berkaitan dengan kredit modal kerja yang diberikan oleh Bank OCBC kepada PT Hair Star Indonesia (PT HSI).
Susilo Wonowidjojo sama sekali tidak pernah terlibat dalam pengurusan PT HSI, apalagi terkait pemberian kredit dari Bank OCBC kepada PT HSI. Susilo Wonowidjojo adalah pemegang saham di PT Hari Mahardhika Usaha (PT HMU) dan PT HMU pernah memiliki saham sebesar 50% di PT HSI dalam periode November 2016 sampai dengan Mei 2021.
Pihak Gudang Garam (GGRM) secara tegas menyatakan bahwa Perseroan tidak terlibat dalam kasus tersebut.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





