EmitenNews.com -Selama enam bulan pertama tahun ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menderita rugi bersih sebesar Rp7,16 triliun, sehingga per akhir Semester I-2023 jumlah akumulasi rugi menjadi Rp125,64 triliun atau membengkak 6,04 persen dibanding per 31 Desember 2022.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (15/8), GOTO membukukan pendapatan di Semester I-2023 sebesar Rp6,88 triliun atau melonjak 102,35 persen dibanding Semester I-2022 yang hanya senilai Rp3,4 triliun.

 

Pada paruh pertama tahun ini, GOTO tercatat mampu menekan jumlah biaya dan beban hingga 32,27 persen (y-o-y) menjadi Rp12,99 triliun. Sehingga, rugi usaha yang diderita GOTO di Semester I-2022 menjadi Rp6,11 triliun atau menurun 61,28 persen (y-o-y).

 

Namun demikian, selama enam bulan pertama tahun ini GOTO mengalami lonjakan beban keuangan hingga 39,01 persen (y-o-y) menjadi Rp165,83 miliar. Sementara itu, penghasilan keuangan di Semester I-2023 justru tercatat merosot 6,52 persen (y-o-y) menjadi Rp310,27 miliar.

 

Pada Semester I-2023, kinerja keuangan GOTO terpantau masih menderita rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp7,46 triliun, namun kerugian mencerminkan penurunan 47,43 persen dibanding rugi sebelum pajak penghasilan di Semester I-2022 yang mencapai Rp14,19 triliun.

 

Dengan adanya manfaat pajak di Semester I-2023 yang sebesar Rp244,4 miliar, maka rugi periode berjalan GOTO menyusut 49,12 persen (y-o-y) menjadi Rp7,21 triliun. Sementara itu, besaran rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semester I-2023 tercatat Rp7,16 triliun atau menurun 47,55 persen (y-o-y).

 

Kinerja keuangan yang masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,16 triliun tersebut tentunya mengerek total akumulasi rugi GOTO per 30 Juni 2023 menjadi Rp125,64 triliun dari posisi per 31 Desember 2022 yang mengalami defisit sebesar Rp118,48 triliun.

 

Dengan demikian, jumlah ekuitas GOTO hingga akhir Semester I-2023 tergerus 4,4 persen menjadi Rp117,42 triliun dari Rp122,72 triliun pada akhir Desember 2022. Sedangkan, total liabilitas per 30 Juni 2023 tercatat Rp15,89 triliun atau menurun 3,64 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp16,49 triliun.

 

Hingga akhir Semester I-2023, GOTO mencatatkan kas dan setara kas senilai Rp25,44 triliun atau melorot hingga 30,43 persen (y-o-y). Selama enam bulan pertama tahun ini, GOTO menguras kas yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp3,11 triliun.