EmitenNews.com - Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Transyogi Cibubur, Senin (18/7) lalu. Insiden itu, berawal dari truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami rem blong, dan menabrak beberapa kendaraan. Akibat peristiwa itu, sedikitnya 11 orang meninggal dunia, dan lima orang mengalami luka-luka. 


BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) langsung menggerakkan tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) untuk menyisir kemungkinan ada peserta ikut menjadi korban. Berdasar hasil penelusuran, teridentifikasi salah seorang korban luka bernama Kunto Widyasmoro tercatat sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK. 


Kunto berprofesi sebagai tenaga pengajar tengah dalam perjalanan pulang kantor menuju rumah di daerah Cileungsi. Namun nahas, saat melintas di lokasi, terjadi kecelakaan mengakibatkan cedera pada wajah, dan lengan. Pasca-insiden itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Permata Cibubur, merupakan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJAMSOSTEK untuk mendapat perawatan intensif.


Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia memastikan LCT kecelakaan kerja terimplementasi dengan baik, dan peserta mendapat perawatan terbaik. ”Kami atas nama manajemen BPJAMSOSTEK turut merasa prihatin atas kecelakaan yang dialami para korban, khususnya bapak Kunto. Kami pastikan korban kecelakaan kerja, karena ruang lingkup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak hanya kecelakaan di tempat kerja, namun juga saat perjalanan menuju, dan kembali dari tempat kerja,” urai Roswita.


Peserta akan mendapat beragam manfaat. Antara lain perawatan tanpa batas biaya hingga sembuh. Selain itu, kalau pada masa pemulihan peserta tidak dapat bekerja, BPJAMSOSTEK juga memberi santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan, dan selanjutnya 50 persen upah hingga sembuh. 


Apabila peserta mengalami kecacatan, juga akan mendapat alat bantu (orthose) atau alat ganti (prothese), serta manfaat Return To Work (RTW) yaitu berupa pendampingan hingga korban dapat bekerja kembali. Roswita mengingatkan risiko kecelakaan seperti ini dapat terjadi, kapan dan di mana saja. 


Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh pemberi kerja untuk membekali diri dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK. ”Ini program pemerintah, untuk memastikan seluruh pekerja memiliki perlindungan dari risiko kecelakaan kerja. Dengan mengikuti program ini, pekerja dapat lebih produktif karena merasa tenang dalam bekerja,” cetus Roswita.


Sementara itu, istri Kunto mengucap terima kasihnya kepada BPJAMSOSTEK telah menanggung seluruh biaya perawatan suaminya. Ia merasa puas, dan terbantu atas pelayanan BPJAMSOSTEK dan rumah sakit. Begitu pula Wisnu Eko Pratono, perwakilan PT Extramarks Education Indonesia, tempat peserta bekerja juga mengapresiasi kesigapan BPJAMSOSTEK. Wisnu berharap dengan perawatan maksimal yang telah diberikan dapat mempercepat proses penyembuhan untuk dapat segera kembali produktif.


Pada lokasi terpisah, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak Puspitaningsih, mengatakan betapa pentingnya seluruh pekerja terdaftar sebagai peserta program BPJAMSOSTEK. Karena siapa pun tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depan. Terkadang risiko kecelakaan di dalam bekerja tidak terhindarkan.


”Untuk meningkatkan pelayanan, kami terus berusaha memperluas jaringan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) khususnya di Jakarta Selatan. Konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan PLKK di wilayah kerja kami,” ungkap Wetty sapaan akrab Puspitaningsih. 


Tujuannya, agar peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami risiko mendapat penanganan, dan perawatan terbaik. ”Saat ini, ada 27 rumah sakit telah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK Jakarta Cilandak,” sebut Wetty. (*)