Emas Tembus USD 4.100 Imbas Dolar Anjlok dan Konflik AS-Iran
:
0
Harga emas dunia terus bergerak menguat dan bertahan di level USD 4.100 per ons pada perdagangan Jumat. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia terus bergerak menguat dan bertahan di level USD 4.100 per ons pada perdagangan Jumat. Penguatan tajam logam mulia ini dipicu oleh anjloknya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Lonjakan harga emas global ini berpotensi mengerek harga emas batangan di dalam negeri dan memperkuat posisi emas sebagai aset aman (safe haven) bagi investor Indonesia di tengah ketidakpastian pasar finansial global.
Berdasarkan pantauan harga spot emas dari laman World Gold Council (gold.org), emas diperdagangkan pada level USD 4.091,77 per ons. Sementara itu, data Trading Economics mencatat harga emas bertahan di kisaran USD 4.100 per ons setelah naik selama dua sesi berturut-turut.
"Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah meskipun tekanan inflasi meningkat akibat permusuhan yang kembali terjadi di Timur Tengah," tulis laporan Trading Economics mengenai faktor penopang harga emas pekan ini.
Pelemahan dolar AS sendiri terjadi seiring dugaan intervensi pasar oleh pemerintah Jepang untuk memperkuat mata uang yen. Di saat yang sama, konflik geopolitik memanas setelah militer AS melancarkan serangan balasan terhadap target-target Iran di Timur Tengah, yang memperkecil peluang kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat.
Meski demikian, ruang kenaikan harga emas lebih lanjut masih tertahan oleh ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter. Pelaku pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 63 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada September mendatang.
Secara keseluruhan, harga emas diproyeksikan naik lebih dari 2 persen sepanjang bulan ini, yang sekaligus menjadi kenaikan bulanan pertama bagi emas dunia dalam lima bulan terakhir.
Dinamika harga emas global yang kini berada di level USD 4.091,77 per ons ini menjadi perhatian utama pelaku pasar keuangan di Tanah Air karena berimplikasi langsung pada pergerakan harga emas ritel domestik serta nilai tukar rupiah.(*)
Related News
Yen Menguat Tajam Dekati 160 per USD, BOJ Diduga Intervensi
Tunggu Insentif dan Kondisi Makro Membaik, Industri Pilih Tahan Stok
Harga Minyak Dunia Naik 20%, Beban Subsidi RI Membengkak
Fed Bawa Yield Obligasi AS Tembus 5,2 Persen, Rupiah Terancam
Efek MBG dan 3 Juta Rumah, IKI Juli Naik Jadi 53,10
Bittime Ingatkan Investor Kembali Minati USDT dan Aset Kripto Utama





