EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin meroket hingga 4,59% ke level 6.283,554 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026 pukul 11.34 WIB.

RTI Business mencatat IHSG terbang 275,898 poin dari penutupan sebelumnya 6.007,656. Sebanyak 647 saham naik, 76 turun, 90 stagnan dengan turnover Rp11,668 triliun.

Penguatan ini senada dengan pernyataan dan catatan proyeksi Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren pada Senin (15/6). Dalam pernyataannya, Edi menyebut penurunan harga minyak kini di level sekitar USD80/barel berpotensi semakin mengurangi kekhawatiran fiskal pemerintah sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi nilai tukar Rupiah dan saham-saham blue chip.

Sebagai catatan, lonjakan IHSG dipicu sentimen global yang datang dari Presiden AS Donald Trump pada 14 Juni 2026 mengumumkan kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai dan blokade di Selat Hormuz akan berakhir.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi teks kesepakatan sudah difinalisasi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut seremoni penandatanganan dijadwalkan Jumat ini di Swiss.

Merespons kabar damai, harga minyak dunia turun sekitar 4% ke level USD84/barel. Harga emas rebound sekitar 2% mendekati USD4.300/oz. Bursa Asia dan indeks futures AS kompak menguat pagi ini.

Sementara dalam catatan proyeksinya, Edi menambahkan secara sektoral saham-saham komoditas khususnya emas seperti EMAS, BRMS, ARCI, dan HRTA berpotensi rally pada perdagangan hari ini.

“Selain itu, sentimen risk-on berpotensi mendorong saham-saham konglomerasi secara umum,” tulis Edi.

Ditopang saham-saham komoditas seperti Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melesat 20,75% ke 640, Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 9,12% ke 3.110, dan Bumi Resources Tbk. (BUMI) terbang 10,19% ke 173. 

Saham konglomerasi seperti Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) naik 16,77% ke 905, Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 9,19% ke 2.020, dan Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) plus 6,94% ke 770.