EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) bakal menerbitkan obligasi berwawasan sosial Rp2 triliun. Pengeluaran surat utang tahap II itu, bagian integral dari obligasi berwawasan sosial berkelanjutan I dengan target Rp10 triliun. Dan, perseroan telah menjajakan senilai Rp300 miliar.

Obligasi berwawasan sosial Rp2 triliun itu, akan menyapa pelaku pasar dalam dua seri. Seri Rp950 miliar dibekali tingkat bunga tetap 7,05 persen per tahun, berjangka waktu 370 hari. Seri B senilai Rp1,05 triliun berbunga tetap 7,25 persen per tahun, berdurasi 3 tahun.

Obligasi berwawasan sosial itu, ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayar setiap triwulan, sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran pertama pada 6 Januari 2027, dan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo pada 16 Oktober 2027 untuk Seri A, dan 6 Oktober 2029 untuk Seri B.

Seluruh dana hasil obligasi berwawasan sosial untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali, baik seluruh maupun sebagian, proyek sosial baru dan/atau sudah ada yang mendukung kategori layanan infrastruktur dasar terjangkau. Baik dari segi akses maupun harga, perumahan terjangkau, dan/atau penciptaan lapangan kerja, dan program dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah, dan pembiayaan mikro.

BTN berencana setiap penerbitan ini dapat dialokasikan sepenuhnya dalam waktu dua tahun. Untuk porsi pembiayaan baru (new financing) menjadi mayoritas, yaitu berkisar antara 80-100 persen dari total dana, sedang porsi pembiayaan kembali (refinancing) dibatasi maksimum 20 persen, dengan periode tinjauan maksimal tiga tahun akan berlaku untuk proyek-proyek yang dibiayai ulang.

Porsi alokasi dana per kategori proyek sosial akan bersifat fleksibel selama tetap sesuai kriteria Use of Proceeds yang telah ditetapkan dalam kerangka kerja, namun perseroan akan mengungkapkan porsi alokasi aktual pada laporan tahunan penggunaan dana (allocation reporting) sesuai dengan praktik pasar berlaku umum.

Dengan demikian, jadwal obligasi berwawasan sosial menjadi sebagai berikut. Masa penawaran umum pada 29 Sepetmber sampai 1 Oktober 2026. penjatahan pada 2 Oktober 2026. Pengembalian uang pemesanan pada 6 Oktober 2026. distribusi secara elektronik pada 6 Oktober 2026. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026. (*)