Buka Akses Permodalan, BRI Angkat Potensi Perempuan Lewat Holding Ultra Mikro di WEF 2024
:
0
Direktur Utama BRI Sunarso dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2024, di Davos, Swiss pada 15-19 Januari 2024. dok. BRI.
EmitenNews.com - Akses permodalan salah satu aspek penting untuk mengembangkan usaha agar naik kelas. Tak terkecuali bagi para perempuan, karena peran mereka sangat besar di bidang ekonomi. Melalui sinergi Holding Ultra Mikro (UMi), yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)atau BRI sebagai induk, serta Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM), upaya untuk mengangat pemberdayaan perempuan pun terus dilakukan.
Selain itu, UMKM atau kelompok industri kecil di Indonesia, banyak dikelola oleh perempuan, seperti produk makanan, pakaian jadi, tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta barang anyaman dan rotan. Tercatat, partisipasi perempuan dalam UMKM mencapai sekitar 60%, merupakan jumlah yang signifikan.
Dalam hal ini, Holding UMi melalui PNM menyediakan produk pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), mampu membantu para perempuan dalam mengakses permodalan. Berlaku bagi usaha mikro, baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha, kelompok ini pun dapat membangun dan mengembangkan usaha bersama. Tidak hanya permodalan, Mekaar juga memberikan akses kepada perempuan terhadap bahan baku dan distribusi.
Dalam sinergi Holding UMi, PNM mampu menyalurkan Rp41,57 triliun kepada 15 juta pelaku usaha wanita melalui PNM Mekaar. Dibandingkan dengan Grameen Bank, lembaga pembiayaan di Bangladesh penerima hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006, PNM Mekaar unggul.
Lihat saja. Dari situs resminya, Grameen Bank secara akumulasi telah menyalurkan pinjaman kepada 10,45 juta orang. Sama seperti PNM, mayoritas nasabah lembaga tersebut adalah kalangan perempuan yang mencapai 97%.
Related News
Japfa (JPFA) Tabur Dividen Rp1,05 Triliun, Cair 12 November 2026!
Disokong 3 Lini Bisnis, Elnusa (ELSA) Raih Laba Bersih Rp681,5 Miliar
Masuk UMA, Saham Ini Dipantau BEI Akibat Pola Transaksi Tak Wajar
Masih Tertekan, TRUK Kantongi Rugi Bersih Rp3,59 Miliar di Q3 2026
AALI Panen Laba Bersih Rp1,9 Triliun, Tumbuh 78 Persen di Q3 2026
Japfa (JPFA) Proyeksikan Bakal Gelontor Capex hingga Rp4T di 2026





