Bukan Saham Artis: Mengapa Sektor Membosankan Jadi MVP 2026?
Bukan Saham Artis: Mengapa Sektor Membosankan Jadi MVP 2026? Source: iStock
EmitenNews.com - Di dunia investasi, ada sebuah godaan psikologis yang sulit dilawan yaitu mengejar apa yang sedang berkilau. Jika kita melihat ke tahun 2025, sektor Teknologi adalah "bintang panggung" yang tak terbantahkan dengan lonjakan +149,97%. Siapa yang tidak tergiur melihat angka tiga digit tersebut?
Namun, riset menunjukkan bahwa di balik kilau tersebut, ada ancaman kejenuhan. Sebaliknya, sektor Financials (Perbankan) yang hanya tumbuh "setipis" +6,92% sepanjang tahun lalu justru sedang bersiap menjadi pemain paling berharga (Most Valuable Player) di tahun 2026. Mengapa demikian?
Jebakan FOMO vs. Realita Valuasi
Secara psikologis, investor retail cenderung terjebak dalam FOMO (Fear of Missing Out) pada sektor yang sudah terbang tinggi. Padahal, secara data, sektor Teknologi dan Industrials (+80,09%) sudah memasuki area yang sangat "mahal" secara valuasi. Membeli di awal 2026 berarti kamu sedang membeli di harga puncak harapan orang lain.
Pertanyaannya, apakah kamu membeli saham karena fundamentalnya, atau hanya karena takut ketinggalan kereta yang sebenarnya sudah hampir sampai di stasiun akhir?
Boring is Gold: Keajaiban Sektor yang Tertinggal
Sektor Perbankan dan Konsumer (+11,89%) seringkali dicap membosankan karena geraknya yang lambat di tahun 2025. Namun, dalam investasi, "bosan" sering kali berarti "aman." Ketertinggalan sektor finansial (hanya naik 6%) menciptakan sebuah valuation gap yang lebar.
Berdasarkan tren historis, saat sektor-sektor high-growth mulai kelelahan, aliran dana besar (big money) akan selalu mencari tempat perlindungan di sektor yang masih murah namun memiliki fundamental baja seperti perbankan. Inilah yang kita sebut sebagai strategi Catch-up Play.
Maukah kamu bersabar mengumpulkan aset yang sedang "diskon" saat semua orang sibuk memperebutkan aset yang sudah "overpriced"?
Ubah Pandanganmu di 2026
Tahun 2026 bukan tentang mencari saham yang paling viral, tapi tentang menemukan nilai yang terabaikan oleh kerumunan. Data primer 2025 menunjukkan bahwa "panggung" sedang disiapkan untuk sektor-sektor yang selama ini tertinggal untuk memimpin rotasi bursa kali ini.
Baca Juga: Paradoks Bursa 2026: Mengapa Juara 2025 Justru Paling Berisiko?
Disclaimer: Analisis ini berbasis data historis performa indeks sektoral BEI 2024-2025 dan bertujuan untuk edukasi strategi investasi. Bukan merupakan perintah beli atau jual. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan keuangan (DYOR).
Related News
Paradoks Bursa 2026: Mengapa Juara 2025 Justru Paling Berisiko?
Jebakan IPO Jumbo: Mengapa Merek Terkenal Justru Bikin Ritel Boncos?
Ketika Konglomerasi Menggeser Takhta Blue Chip di Bursa
Market 2026: Peta Harta Karun Emiten & Nasib 20 Juta Investor Baru
Paradoks 20 Juta Investor: Euforia, Gen Z dan Tantangan Literasi
Bank Himbara "Mogok" Kredit: Ke Mana Larinya Dana Rp177 Triliun?





