BUMA Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School
:
0
Entitas DOID meneken MoU Buma School 2026-2027. Foto - Dok DOID
EmitenNews.com - Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama BUMA Internasional Grup (DOID), kembali menegaskan komitmen menyiapkan generasi muda Indonesia. Itu penting agar memiliki keterampilan dan pengetahuan relevan dengan kebutuhan industri. Aksi tersebut dilakukan melalui penyelesaian program BUMA School tahun ajaran 2025/2026.
Menandai berakhirnya rangkaian program tahun ini, BUMA menggelar kegiatan penutupan yang diikuti secara langsung 10 kepala sekolah, dan 10 guru penanggung jawab BUMA School dari sekolah mitra. Kegiatan tersebut turut diisi dengan workshop, dan pembekalan soft skills bertema Continuous Improvement. BUMA School dirancang tidak hanya untuk membangun kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan kerja siswa secara menyeluruh.
Program tersebut dirancang secara komprehensif, dimulai sejak proses seleksi, dilanjutkan dengan pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), pemanfaatan Learning Management System (LMS), praktik kerja industri (Prakerin), hingga proses sertifikasi kompetensi. Pendekatan itu, untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh siswa di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti 200 siswa dari 10 SMK tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, 170 siswa juga berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selain itu, 20 siswa menjalani praktik kerja industri (Prakerin) di BUMA Rebuild Center, Balikpapan. Capaian ini menjadi bagian dari upaya BUMA untuk memperkuat kesiapan siswa SMK dalam memasuki dunia kerja setelah lulus. BUMA School merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BUMA dalam menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade industri pertambangan, kami memahami kesiapan kerja tidak hanya ditentukan kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan pemahaman terhadap standar kerja profesional. Melalui BUMA School, kami ingin membawa pengetahuan dan pengalaman itu, lebih dekat kepada siswa sejak masih di bangku SMK, sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah makin relevan dengan kompetensi dan standar yang benar-benar dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Dian.
Dalam pelaksanaannya, BUMA bertindak sebagai pemilik program BUMA School, sementara PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha dan social arm BUMA International Group, berperan sebagai implementor program, termasuk dalam mendukung proses pembelajaran, dan pengembangan kompetensi peserta.
Keterlibatan langsung ekosistem industri tersebut menjadi salah satu kekuatan BUMA School. Materi dan proses pembelajaran dirancang agar siswa mendapat pemahaman lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya, mulai dari aspek keselamatan, kedisiplinan, kompetensi teknis, hingga budaya kerja.
Mardin Umar, Kepala Jurusan Prodi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap, menilai keterlibatan sekolah dalam BUMA School membantu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
“BUMA School memberikan dampak sangat positif bagi sekolah. Melalui program itu, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas, dan daya saing pendidikan vokasi. BUMA School turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, dan mendorong SMKN 5 Sidrap semakin dikenal sebagai salah satu pilihan pendidikan vokasi unggulan di wilayahnya,” ungkap Mardin.
Related News
Lindungi Masa Depan, Allianz Life Indonesia Sodorkan ini
Tutup Perdagangan Oktober IHSG Turun ke 5.057, Market Cap Rp8.882,5T
Pandu Sjahrir-Supra Sekuritas (SS) dan Paramita Bangun Sarana (PBSA)
Sesi I Tertekan, IHSG Terjun 1,29 Persen ke 5.032
Hana Bank Dorong Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Saham Bebas Suspensi Ini Susuri Zona Merah, Melemah 5,22 Persen





