IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Bumi Resources Mineral (BRMS) Sebut Anak Usaha Temukan 4,6 Juta Ton Cadangan Emas

09/02/2022, 16:35 WIB

Bumi Resources Mineral (BRMS) Sebut Anak Usaha Temukan 4,6 Juta Ton Cadangan Emas

EmitenNews.com - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengumumkan bahwa anak perusahaannya, PT Citra Palu Minerals (CPM) baru saja mendapatkan hasil pengeboran positif dari proyek tambang emasnya di Poboya, Palu (Sulawesi).


CPM yang 96,97% sahamnya dikuasai BRMS disebut menemukan tambahan 4,6 juta ton cadangan bijih emas berkadar 1,19 g/t Au dari lokasi tambang terbuka di River Reef dan Hill Reef di dalam Blok Poboya (Blok-1).


CPM juga memberikan update tentang progres pembangunan pabrik pengolahan bijih emas kedua mereka di Poboya, Palu.


Presiden Direktur BRMS, Suseno Kramadibrata, mengungkapkan sebagian besar komponen utama mesin yang dibuat di luar negeri dan di dalam negeri diharapkan tiba di Palu sesuai jadwal pada bulan Februari dan Maret 2022.


"Suku cadang seperti sag mill, ball mill, mesin crusher, cyclone, elution dan electrowinning dibuat di Australia, Afrika Selatan, dan Cina. Sementara tangki carbon in leach dan thickener diproduksi di Indonesia," jelas Suseno dalam siaran persnya yang diterima Rabu (9/2/2022).


Semua suku cadang ini akan dipasang dan dirakit untuk menjadi pabrik yang beroperasi dengan kapasitas pemrosesan hingga 4.000 ton bijih per hari.


Perseroan berharap pabrik kedua ini bisa mulai berproduksi penuh pada triwulan ketiga tahun ini.


"Beroperasinya pabrik ini akan berdampak positif pada produksi emas, pendapatan, dan laba bersih kami," papar Suseno. Meningkatnya cadangan bijih emas di Poboya juga akan menghasilkan umur tambang yang lebih produktif yang akan menambah nilai bagi pemegang saham BRMS.(fj)


Author: F J