Buntuti Wall Street, IHSG Lanjut Susuri Zona Hijau
Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat cukup signifikan. Itu dipicu penundaan pemberlakuan tarif sebesar 50 persen untuk Uni Eropa. Sebagaimana diketahui, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda kutipan tarif impor Uni Eropa 50 persen menjadi 9 Juli 2025 dari semula 1 Juni 2025.
Penundaan itu, merupakan permintaaan presiden komisi Uni Eropa Ursula von der leyen. Sementara itu, Kevin Hasset selaku direktur Dewan Ekonomi Nasional mengatakan minggu ini ada beberapa kesepakatan dagang yang akan diumumkan.
Penguatan signfikan Wall Street tersebut diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, koreksi harga mayoritas komoditas, dan sikap hati-hati investor menjelang libur panjang berpotensi menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh karena itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Pendeknya, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 28 Mei 2025, indeks akan bergerak dengan kisaran support 7.140-7.080, dan resistance level 7.260-7.320.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, MAP Aktif (MAPA), Siloam (SILO), Kalbe Farma (KLBF), Bank BTPN Syariah (BTPS), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Chandra Asri (TPIA). (*)
Related News
Gara-Gara IPO Indo Pureco, KGI Sekuritas Dibekukan OJK
KISI Prediksi IHSG Tembus 9.200 di 2026, Ini Saham Jagoannya
Cek! 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Periksa! BNBR Rajai 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Fluktuatif, Investor Asing Cabut Rp9,51 TriliunĀ
Pipeline Ada 8, KISI Siap Bawa IPO Lighthouse





