Bursa Global Merah, IHSG Rawan Koreksi Hingga Uji Support di 6.000
:
0
Potret monitor IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026) menyusul pelemahan Wall Street dan mayoritas bursa global akibat kekhawatiran sektor AI dan sikap hawkish The Fed.
Pada perdagangan Selasa (23/6/26), IHSG ditutup melemah 0,25% ke level 6.101,33 setelah sempat menyentuh level terendah intraday di 5.993,04. Investor asing kembali mencatat net sell Rp348,13 miliar, menambah total jual bersih sepanjang tahun ini menjadi Rp84,22 triliun. Tekanan jual asing terutama melanda BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII.
Riset harian Kiwoom Sekuritas pada Rabu (24/6) menilai tekanan global datang dari Wall Street yang ditutup melemah tajam, dengan Nasdaq anjlok 2,2% ke 25.587,04 dan S&P 500 terkoreksi 1,4% bahkan KOSPI yang sempat terkena trading halt 9,99 persen.
Pelemahan diungkap Kiwoom dipicu aksi jual besar-besaran sektor teknologi dan semikonduktor setelah laporan dari Korea Selatan memunculkan kekhawatiran perlambatan permintaan AI. Philadelphia Semiconductor Index merosot 7,9%.
Sentimen pasar global cenderung hati-hati seiring meningkatnya keraguan investor terhadap valuasi saham teknologi dan keberlanjutan belanja infrastruktur AI. Aksi ambil untung di sektor teknologi mendorong rotasi dana ke sektor defensif seperti Consumer Staples, Healthcare, dan Utilities.
Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi pasar terhadap The Fed kembali berubah lebih hawkish. Kontrak Fed Funds kini mengindikasikan potensi dua kali kenaikan suku bunga tahun ini, dibanding sebelumnya hanya satu kali. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke 101,39, level tertinggi sejak Mei 2025.
Rupiah ikut tertekan ke kisaran Rp17.952 per dolar AS, menambah beban pasar domestik.
Secara teknikal, IHSG mulai menutup area GAP 6.118-5.960. Analis Kiwoom Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini rawan terkoreksi dengan support di 6.000-5.960 dan resistance 6.120-6.150.
Beberapa saham yang dapat dicermati untuk trading hari ini antara lain JSMR, PTRO, RATU, dan SMGR.
Sementara itu, pasar juga mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk sorotan terhadap UU P2SK terkait fasilitas pajak di PFII dan penundaan insentif motor listrik hingga Agustus 2026.
Related News
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI
Semester I Laba Bersih TUGU Tembus Rp480 Miliar, ini Penopangnya
XLSMART (EXCL) Bayar Kupon Obligasi dan Sukuk Ijarah, Total Rp3,07M
Kuasai 25,60% Saham, Bumi Arsana Umumkan Bukan Pengendali Baru OKAS
Begini Dalih OJK Perkara BNBR Disanksi Administratif Skala Menengah
Emiten Raffi Nagita (RANS) Pamer Jadi Mitra Setia Mayora Group (MYOR)





