Bursa Pelototi 7 Saham Ini, 4 di Antaranya Langsung Jeblok!
:
0
Pengunjung melintasi gedung Bursa Efek Indonesia.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan tujuh saham akibat Unusual Market Activity (UMA) yakni, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan pantauan, saham APIC turun paling dalam 90 poin dan membentur Auto-Rejection Bawah (ARB) 14,88% ke Rp515. RMKO melemah 14 poin atau 5,04% ke Rp264, IFSH turun 25 poin atau 2,18% ke Rp1.120, dan TRIN koreksi 6 poin atau 1,81% ke Rp326.
Sementara ketiga saham lainnya tercatat stagnan yakni, RISE di Rp850, MGNA di Rp76, serta WGSH di Rp156.
PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulis Rabu (3/6) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," kata Endra.
Selanjutnya, BEI mengimbau investor mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.
Informasi terakhir terkait emiten tersebut per 3 Juni 2026 antara lain pencatatan saham MGNA, penambahan modal tanpa HMETD Penempatan Terbatas (Private Placement) saham WGSH, penjelasan atas volatilitas transaksi saham RISE serta saham TRIN, Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek saham IFSH, serta Penyampaian Bukti Iklan Panggilan RUPS saham APIC dan RMKO.
Related News
Investor Meradang, Emiten Raffi-Nagita (RANS) Ungkap Fakta ini
Investindo Arya Juga Kurangi Porsi Saham di Emiten TP Rachmat (TAPG)
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float





