Bursa Trading Halt Lagi, Airlangga Ungkap Momentum Reformasi Tiba
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. dok. JPNN.
EmitenNews.com - Momentum reformasi pasar modal telah tiba. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kedua kalinya dalam dua hari ini menjadi momentum bagi otoritas guna mempercepat reformasi regulasi pasar modal.
"Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereformasi regulasi pasar modal. Kita melihat best practice dan kita ikuti, karena sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelumnya," ujar Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/2/2026).
Kita tahu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan pada Kamis pukul 09.26 WIB dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG turun hingga 8 persen.
Ketika itu, indeks melemah 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Perdagangan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi.
Menko Airlangga mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan terkait gejolak pasar tersebut. Hasil pembahasan menekankan pentingnya pembaruan aturan dan tata kelola di pasar modal.
"Kita harus terus melakukan reformasi terhadap regulasi di pasar modal. Kami meminta bursa untuk melakukan reformasi mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan," ujar politikus Partai Golkar tersebut.
Selain imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International, lembaga keuangan global Goldman Sachs turut menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.
OJK menyampaikan proposal sesuai yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self–Regulatory Organization (SRO) menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai yang dibutuhkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan OJK dan BEI telah menyampaikan proposal penyesuaian kepada MSCI, yang menyatakan siap untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori corporate and others di bawah lima persen.
Related News
Bittime Ingatkan Investor Kembali Minati USDT dan Aset Kripto Utama
Rupiah Pagi ini Menguat Usai Fed Tahan Suku Bunga
Emas Antam Ikut Naik Rp15 Ribu Usai Fed Tahan Suku Bunga
Keputusan Fed Tahan Dolar di Bawah 101, Ruang Napas Buat Rupiah
Fed Tahan Bunga, Harga Emas dan Perak Lanjut Menguat
Imbal Hasil Treasury AS Naik ke 4,66 Persen Usai Sinyal The Fed





